Home » » Gigitan Maut di Kemaluan Istri, Suami di Polisikan

Gigitan Maut di Kemaluan Istri, Suami di Polisikan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 01 Mei 2014 | 10:38 PM



Kabarsulawesi.com – Ponorogo :  SPR (39) warga Dusun Pucuk Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dilaporkan ke Polsek Ngebel oleh istrinya sendiri, EX (32) pada Minggu (27/4) kemarin. Hal ini karena SPR menggigit alat vital istrinya sampai terluka dan berdarah.

Menurut pengakuan korban, suaminya SPR awalnya pulang ke rumah sehabis Maghrib. Ketika datang, korban sedang tertidur pulas di dalam kamar. Namun tiba-tiba suaminya masuk ke kamar. Kemudian korban dibangunkan tapi terlibat cekcok.
Kapolsek Ngebel Ponorogo AKP Supardi, mengatakan korban EX melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpanya pada Minggu kemarin sekitar pukul 21.00 WIB malam. Dalam laporan yang diterima polisi, EX mengaku habis dianiaya oleh suaminya sendiri di rumahnya yang ada di Dusun Pucuk Desa Wagir Lor.
"Sebelum jam 21.00 WIB, mereka berdua sempat cekcok di dalam rumah. Karena kesal, pelaku SPR lalu menganiaya istrinya sendiri. Dia menggigit paha dan kemaluan istrinya juga," kata AKP Supardi, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (30/4).
Setelah itu, korban EX pergi ke Puskesmas Ngebel untuk melakukan visum. Hasil dari visum itu, kemaluan EX terluka dan berdarah. Dengan membawa hasil visum, korban melaporkan KDRT yang menimpanya ke Mapolsek Ngebel. "Jadi dia datang ke sini pada Minggu pukul 21.00 WIB malam sambil bawa hasil visumnya. EX bilang gara-gara cekcok dia dianiaya suaminya," jelas AKP Supardi.

Untuk saat ini, kasus KDRT yang menimpa EX sedang ditangani Polsek Ngebel. Keberadaan suaminya, sedang dalam penyelidikan karena kabur seusai kejadian. Apabila tertangkap, pelaku terancam hukuman 5 tahun penjara. (medeka.com)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer