Home » » Kabid Humas Polda: Jika Terbukti, Polisi Pelaku Sodomi Terancam Dipecat

Kabid Humas Polda: Jika Terbukti, Polisi Pelaku Sodomi Terancam Dipecat

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 27 Mei 2014 | 11:46 PM


 Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Endy Sutendi
Kabarsulawesi.com – Parepare : Kasus dugaan sodomi yang dilakukan oknum polisi bagian narkoba Polres Parepare, Briptu  Aris Chandra, menjadi perhatian serius masyarakat kota Parepare terutama sejumlah LSM di kota Parepare.

Tiga LSM ; Institute Kebijakan Rakyat (IKRA), Komnas Waspan Sulsel, LPKSM Selebes mengutuk perbuatan yang dilakukan oknm Polisi yang seharusnya menjadi Pengayom dan pelindung masyarakat. 

“Yang dilakukan oleh oknum polisi itu telah merusak citra lembaga kepolisian, dan perlu diberi tindakan tegas.”perbuatan pelaku itu sangat merugikan citra lembaga kepolisian, tidak boleh diteloril lagi,” kata.Uspa Hakim, Direktur IKRA Parepare.

Begitu pula disesalkan salah seorang pemerhati perempuan dan anak kota Parepare, Andi Nilawati,  menegaskan agar segera kasus ini ditindaki tegas  sesuai perbuatannya, berbagai upaya prefentif agar menjadi peringatan bagi kita semua bahwa kondisi secara psikologis anak akan trauma jika dibiarkan hal ini terjadi.

Lanjut, Nila, bahwa perlu didampingi anak yang jadi korban sodomi ini, agar tidak terjadi kerusakan mental akibat trauma apa yang dilakukan oleh pelaku yang notabenenya penegak hukum di kota Parepare.”terjadi kekerasan sekskual terhadap anak-anak bisa terjadi secara psikologis mental yang tentu perlu kita tangani sedini mungkin agar tidak trauma,”jelasnya.

Diminta, kata Nila, Semua stcholder untuk melakukan upaya prefentif  terhadap terjadinya kekerasa seksual terhadap anak dibawah umur, dan disnilah peran kita masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama dfan semua pihak terkait agar tetap  menjalin kerjasama untuk melakukan pendekatan agam dilingkup pendidikan.

Di kantor Polres Parepare, Senin (26/5) sekitar pukul. 10.00 wita kemarin, nampaknya para wartawana cetak dan elektronik menunggu kapolres Parepare, AKBP Himawan Sugeha untuk dimintai keteranganya terkait anak buahnya yang telah melakukan dugaan sodomi terhadap lima anak laki-laki yang bersatatus pelajar di salah satu SMP di kota Parepare.

Saat kapolres tiba di kantor Polres Parepare, para wartawan langsung mendekati Kapolres untuk konfirmasi terkait kasus tersebut, namun belum bisa berkomentar dan langsung masuk diruangnya melalui lewat pintu samping utama untuk menghindari wartawan walaupun sejumlah wartawan melihatnya namun melambaikan tanganya dengan menyatakan,”sebentar dulu ya, saya rapat dulu nanti saya temu kalian,”singkatnya lalu masuk keruanganya tersebut.

Sekitar pukul, 14.00 wita, Kapolres Parepare, AKBP Himawan Sugeha akhirnya menemui wartawan untuk jumpa pers terkait kasus dugaan sodomi dilakukan oleh oknum polisi bagian narkoba.

Himawan mengatakan kasus ini dalam penyelidikan, dan ditangani pihak provos terkait pelakunya sedangkan korbanya ditangani bagian reskrim.”kami sementara lidik jika terbukti kami berikan sanksi berat,”katanya singkat.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Endy Sutendi, saat dihubungi via selulernya membantah jika oknum polisi terjadi sodomi hanya pelecean seksual terhadap anak-anak pelajar tersebut,”menurut Kapolresnya saat saya konfirmasi ternyata tidak disodomi tetapi terjadi pelecean seksual, namun kami tetap tindaki kasusnya,”tegasnya.

Endi  menjelaskan kasus ini tetap ditindak lanjuti baik pidana umum maupun kode etik , bilama mana hasil sidang kode etik terbukti bersalah maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku dengan ancaman pemberhentian tidak terhormat (PBTH).”ini sangat memalukan isntitusi dan pelaku bisa dipecat jika hasil sidang kode etiknya terbukti bersalah,”jelasnya.

Mantan Kapolres Enrekang ini menegaskan, selain sidang kode etik, pelaku juga diproses pada pidana umum dimana harus menjalani sidang dipengadilan,”jadi kasus yang dilakukan tersagka bukan sodomi tapi pelecehan seksual, dan ini harus ditendak tegas, bahkan terancam pemecatan,” tegasnya.

Terpisah, salah seorang guru SMP Negeri 9 Parepare, Rawalnia tidak menahu soal kejadian sodomi, karena kasus ini diluar jam sekolah.”jadi kami tidak tau ada terjadi sodomi oleh oknum polisi, nanti kami tau setelah membaca di koran,”katanya singkat.

Hasil penelusuran, korban ada Sembilan orang, namun yang sudah diperiksa ada lima orang, mereka adalah, Dt, ww, rf, at, ys. Sedangkan empat orang belum mengadukan ke polisi karena masih trauma. (smr)

Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer