Home » » Lima Nelayan Sinjai Tertangkap Polisi Australia

Lima Nelayan Sinjai Tertangkap Polisi Australia

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 27 Mei 2014 | 9:25 AM



Ilustrasi
Kabarsulawesi.com – Sinjai : Penangkapan terhadap nelayan Sinjai kembali terjadi. Kali ini 5 orang nelayan penongkol asal Sinjai, 3 orang  dari Dusun Marana Desa Pasimarannu, 1 orang dari Dusun Bentenge Desa Biroro Kecamatan Sinjai Timur, 1 orang dari  Desa Songing Kecamatan Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai tertangkap di wilayah perairan Australia.

Kapal Babussalam 03 yang merupakan milik Firman warga Dusun Marana, yang ditumpangi kelima nelayan tersebut berangkat dari perairan Sinjai  pada hari Sabtu tanggal  17 Mei 2014 dan tertangkap pada hari Rabu tanggal 21 Mei di sekitar perairan Kepulauan Christmas  pada posisi 10° Lintang Selatan dan 108° Bujur Timur  sekira 200 mil dari Pacitan Jawa Timur. Kapal Babussalam 03 kemudian ditarik ke pos penjagaan Polisi Perairan  Australia sebelum akhirnya dibakar.

Dari informasi yang didapatkan Pemda Sinjai, 5 orang nelayan Sinjai yang ditangkap di Australia sedang menangkap ikan di wilayah perbatasan Indonesia-Australia, tak tahunya kepolisian perairan Australia sudah melakukan penangkapan.

Kelima awak kapal Babussalam 03 yakni Musran  bin Tuwo (25) sebagai Nahkoda , Rustan bin Tuwo (24), Surya bin Darli (14), Illa  (26) dan Asrullah (25) sebagai ABK.

Ibu dari salah seorang ABK Kapal Babussalam 03 yang tertangkap (Surya), Erna mengatakan ia mengetahui anak semata wayangnya ditahan lima hari yang lalu setelah dihubungi via telepon oleh Nahkoda kapal Musran.
Dalam pembicaraannya, Musran mengatakan saat ini anaknya ditahan oleh kepolisian perairan Australia karena dianggap menangkap ikan di wilayah perairan Australia. Saat ini anaknya Surya ditahan bersama dengan nahkota Musrang.

" Yang hubungi saya nahkoda kapal Musran, ia menelpon saya katanya anak saya surya bersama empat orang lainnya ditahan pihak kepolisian perairan Australia, sekarang ditahan terpisah, surya bersama musran, sementara yg tiga lainnya ditahan di tempat yang berbeda dan sejak ditahan tidak pernah ketemu. Mudah-mudahan pemerintah indonesia melalui kedubesnya di Australia turun tangan dan anak saya cepat dibebaskan,". Ujar Erna dengan mata berkaca-kaca saat ditemui Koran Sindo di rumahnya di Dusun Marana Desa Pasimarannu Kecamatan Sinjai Timur, Senin (26/5).

Bupati Sinjai, H Sabirin Yahya yang mendengar kabar tertangkapnya 5 orang nelayan Sinjai mengaku prihatin. Menurutnya ini adalah masalah nasional dan pemda Sinjai telah bergerak cepat dan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Pengurus Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan telah bersurat ke Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sulawesi Selatan dan diteruskan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Petikanan RI, lalu diteruskan ke Kementerian Luar Negeri dan Kedubes Australia perihal permohonan pembebasan nelayan asal Sinjai.

" Saya prihatin dengan tertangkapnya lima orang nelayan asal Sinjai. Saat ini saya telah berkoordinasi dengan pihak terkait baik di provinsi maupun di pusat, semoga mereka segera dibebaskan" ujarnya saat ditemui di Kantor Bupati, Senin (26/5).

Sementara ditanya mengenai seringnya nelayan asal Sinjai ditangkap oleh pihak Australia,  H Sabirin Yahya mengatakan dinas terkait yakni Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sinjai telah sering mengingatkan dan  melakukan  sosialisasi  kepada nelayan Sinjai dan menghadirkan narasumber dari DKP Propinsi.
Menurutnya, Bulan April yang lalu bertempat di kantor  Penyuluh Perikanan, Pihak DKP Sinjai mensosialisasikan wilayah yang menjadi zona aman penangkapan bagi nelayan.

Sebelumnya, awal 2014 yang lalu 25 orang nelayan Sinjai juga sempat ditangkap di Australia dengan kasus yang sama yakni melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Australia. Saat ini para nelayan telah dibebaskan dan telah berada di Sinjai.(th)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer