Home » » Oknum PNS Emosi Di Razia Satpol PP

Oknum PNS Emosi Di Razia Satpol PP

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 16 Mei 2014 | 2:38 AM

ilustrasi
Kabarsulawesi.com – Parepare : Operasi penegakan disiplin PNS dilakukan oleh Porsenil Satuan Pamong Praja Kota Parepare berakhir dengan tindakan arogansi yang dilakukan oknum Pegawai Negeri Sipil yang bekerja sebagai Kepala seksi pelayanan, kantor Kelurahan Kampung Baru.

Oknum pejabat Kelurahan Kampung Baru bernama Sutrisno ini menghalangi kamera  kontributor TV One saat diambil gambarnya, ketika dirazia satpol PP di lokasi jalan Baumassepe. Rabu,(14/5)Kemarin.

Sutrisno  tidak mau terima atas perbuatan para Satpol PP melakukan razia sesuai perintah walikota penertiban PNS dan anak sekolah,

Sutrisno tidak terima dirazia maka langsung emosi kepada petgas satpol PP, spontan teman_teman media saat liputan dilokasi langsung ambil gambar,  tapi oknum justru balik marah kepada wartawan saat diambil gambarnya.

Kronologis kejadianya, dimana pada Pukul 09.15 wita, satpol PP razia  karena mendapati sejumlah pegawai dan siswa lalu lalang saat jam kerja maupun sekolah.

Namun, Pada pukul 10.15 Wita,  Sutrisno dengan memakai kendaraan roda dua ditahan, dan lansung membuka jaket lalu bernada marah kepada satpol, saat wartawan mendatangi untuk mengambil gambar, dengan spontan, Pegawai tersebut menghalangi kamera TV One.

"Silahkan Ambil foto saya,"ungka Sutrinso, dengan nada emosi didepan sejumlah aparat satpol pp dengan sejumlah awak media.

Akibat perlakuan seorang PNS ini menjadi tontonan sejumlah pegawai lain dan masyarakat penguna jalan yang singgah melihat perilaku PNS tersebut.

Rusli Djaffar, Kontributor TV One, ini mengaku, jika dirinya hanya ingin mengambil gambar, guna pembuatan berita TV ditempat kerjanya.

"Namanya kerja-kerja jurnalis seperti ini, mudah-mudahan ini tidak dicontoh oleh pegawai lainnya," harap dia.

Sementara itu, Kasi Penyidik Satpol PP Kota Parepare, Latif SH akan melaporkan semua kejadian baik kekerasan terhadap jurnalis, pegawai bolos dan siswa bolos kepada pimpinanya.

"Semua kejadian kami akan berita acarakan, dan penertiban PNS ini semata-mata untuk peningkatan disiplin para pegawai," akuhnya.

Dari Laporan diketahui sebanyak,  4 guru sekolah, 2 pengawai kelurahan, 1 Pegawai Bank BPD Sulselbar, Siswa 2 SMA, dan satu Staf Dinas Pendidikan yang terjaring razia PNS. Lalu ada 4 pegawai yang ditahan namun lepas karena memiliki surat tugas.

Latif menambahkan, Pihaknya akan terus melakukan razia jika frekuensi kehadiran PNS turun.

Dihubungi terpisah, lurah Kampung Baru, Aris Munir, SH menyesalkan sikap bawahanya yang marah kepada awak media saat liputan,"tindakan dilakukan sutrisno itu tidak dibenarkan, apalagi profesi wartawan punya tugas sesuai aturan, dan saya suruh minta maaf ke media serta menghadap ke pak sekda,"jelasnya singkat.

Hal senda doiungkapkan, Kabag Humas pemkot, Iskandar Nusu Kamis (15/6) kemarin, bahwa oknum PNS Sutrisno akan dipanggil menghadaP ke sekda, dan bahkan pak walikota sudah tau masalah ini.

Sutrisno akan diberi sanksi sesuai aturan berlaku,"jadi pak sekda akan memanggilnya, dan oknum PNS ini akan diberi sanksi,"jelasnya singkat

Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer