Home » » Orangtua Murid Ancam Jika SDN 11 Tidak Ditempati

Orangtua Murid Ancam Jika SDN 11 Tidak Ditempati

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 21 Mei 2014 | 9:07 PM


Kabarsulawesi.com – Parepare : sejumlah orangtua murid SDN 11 Parepare mengancam akan mengeluarkan anaknya dari sekolah bilamana pemerintah kota Parepare tidak bertindak tegas kepada oknum yang menyegel gedung.

Ancaman sejumlah orangtua ini dilontarkan karerna pemerintah tidak merespon aspirasi orangtua murid yang selama ini belum ada tindakan.

Aswadi kepada BKM menyayangkan dinas pendidikan dan pihak sekolah termasuk pemkot Parepare terkesan lambat, bahkan anak-anak sudah bosan belajar pada siang hari karena masuk siang merupakan waktu istirahat.

Bahkan anak didik tidak bergaira belajar karena beda menuntut ilmu saat pagi hari masih segar beda siang hari."Jadi pemerintah harus segera bertindak tegas jangan terkesan lamban yang bisa membuat anak-anak kami jenuh dan mau pindah sekolah,"jelasnya.

Hal senda diungkapkan, Syamsul orangtua murid SDN 11, dia berjanji mengeluarkan anaknya setelah ujian naik kelas usai."Jadi kalau tidak ada kepastian maka lebih baik keluarkan anak saya disekolah ini,"jelasnya saat menjemput anaknya Rabu (21/5)kemarin.

Kadis Pendidikan kota Parepare, Mustafa Mappangara, berjanji segera menangani secepatnya, dimana masalah sekarang tahap proses pengembalian batas tanah SDN 11 Parepare.

"Jadi pemerintah dan BPN segera turun kelokasi mengukur ulang untuk mengembalikan batas tanah,"kata, Mustafa yang juga Plt sekda kota Parepare, Rabu kemarin saat ditemui kantor walikota.

Terpisah, Direktur IKRA Parepare, Uspa Hakim menyayangkan pemkot yang terkesan lamban menangani sengketa SDN 11 dan juga dialami terjadi sengketa di SDN 24 Parepare., dua sekolah ini dengan kasus berbeda harus dicermati oleh walikota dan wakil walikota kita sebagai ahli hukum     dan ahli pemerintahan."Pemerintah kurang tegas, kasus SDN 11 dan SDN 24 hanya menjadi kenangan, dimana anak-anak didik jadi korban.

\Parepare yang dibanggakan sebagai lkota pendidikan yang akan menjadi icon sebagai mersucuar hanya sebagai wacana jika dua sekolah tidak bisa diatasi kasusnya. (Smr)






Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer