Home » » Pasar Senggol Bakal Jadi Parepare Beach City

Pasar Senggol Bakal Jadi Parepare Beach City

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 26 Mei 2014 | 12:53 AM


Kabarsulawesi.com – Parepare  : Pemerintahan Taufan Pawe-Faisal Andi Sapada akan selalu berbenah untuk kepentingan masyarakat kota Parepare agar menjadi kota obyek wisata yang punya kekayaan alam sangat menjanjikan.

Ini dibuktikan  Pemerintah Kota Parepare akan  menyiapkan anggaran revitalisasi Pasar Senggol dan kawasan sekitarnya sebesar Rp. 13,1 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk mendanai empat item proyek, yakni Parepare Beach City, Revitalisasi Monumen Korban 40.000, Revitaliasi Kawasan Hastom, serta proyek penataan Pasar Senggol sendiri.

Kepala Bappeda Kota Parepare, Zahrial Djafar, menjelaskan, satu dari empat item kegiatan tersebut, yakni pembangunan Parepare Beach City sebesar Rp. 2,4 miliar, direncanakan mulai dikerja 2014 tahun  ini.  

Adapun pekerjaan Revitalisasi Monumen Korban 40.000 yang menelan anggaran Rp.2,2 M,  Revitaliasi Kawasan Hastom (Jalan Hasanuddin Daeng Patompo,red) sebesar Rp. 5,5 m, serta Proyek Penataan Pasar Senggol Rp. 5,5 M  akan dikerja tahun 2015 mendatang.

Penegasan ini disampaikan Zahrial di hadapan Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di ruang rapat Wali Kota Parepare, Kamis, 22 Mei lalu. Rapat ini dihadiri Plt. Sekda Kota Parepare, Mustafa Mappangara, dan sejumlah pimpinan SKPD terkait.
Hanya saja, rencana Zahrial mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 13,1 miliar  untuk  proyek revitalisasi Senggol dana kawasan sekitarnya,  mendapat tanggapan dan keritikan dari Taufan Pawe, Wali Kota Parepare.

Taufan melihat anggaran tersebut terlalu besar dan tidak realistis. Taufan misalnya mempertanyakan mengapa anggaran Revitalisasi Monumen Korban 40.000 sampai menelan anggaran Rp. 2,250,000,000.

Demikian halnya dengan ketiga item proyek lainnya. Taufan minta tim RKPD Pemerintah Kota Parepare mencermati dan melakukan analisasi kebutuhan anggaran yang lebih real. “Ini terlalu besar sekali, saya minta ini dicermati dengan baik,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Taufan juga melakukan rasionalisasi beberapa item kegiatan lain yang dinilainya tidal mencerminkan asas  efektivitas efisiensi anggaran.  Utamanya yang diusulkan oleh beberapa dinas, kantor dan unit kerja pada tingkat bagian.

Sedikitnya  Rp. 15 miliar anggaran berhasil  di-saving oleh Taufan dalam pertemuan yang berlangsung sekitar  tiga jam ini. Dengan cermat dan sabar, wali kota berlatar belakang profesional hukum ini, mencermati item per item kegiatan yang disodorkan Bappeda Kota Parepare.

Khusus untuk penataan kawasan senggol dan sekitarnya, Taufan minta dilakukan secara matang dengan konsep yang jelas.  Ia berharap, kawasan ini menjadi salah satu land mark Kota Parepare. 

Salah satu yang menjadi perhatian Taufan adalah penataan trotoar dan lighting (lampu). “Saya ingin di kasawan ini ada kesan yang mencirikan sebagai pusat kota. Ada lampu-lampu dan penataan jalan, taman serta trotoar yang baik,” kata Taufan.

Hasil RKPD ini nantinya akan menjadi bahan bagi penyusunan Kebijakan Umum Anggaran  Prioritas dan Platfom Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Kota Parepare tahun 2015, yang rencana diserahkan pemerintah kota paling lambat Juli mendatang. 

Taufan minta agar sebelum dituangkan dalam KUA PPAS,  SKPD terlebih dahulu mempresentasikan rencana anggaran dan kegiatannya. Presentasi ini dimaksudkan untuk melihat rasionalisasi anggaran yang diusulkan. “Jika tidak masuk akal, kita harus kurangi atau coret,”  tegas Taufan lagi.

Sebelumnya, Wali Kota Parepare Taufan Pawe berjanji bahwa proyek revitalisasi Pasar Senggol tidak akan merugikan pedagang. Ia mengatakan, akan memberikan perlindungan sepenuhnya kepada para pedagang yang saat ini berjualan di pasar Senggol. Ia juga menjelaskan bahwa tidak akan ada kebijakan pembebanan kepada para pedagang seperti pada pedagang Lakessi. Semua pedagang kata dia, gratis  berjualan di pasar pasca renovasi nanti.

Proyek  Parepare Beach City merupakan salah satu prioritas Taufan. Pasar  ini akan didesain lebih modern dan jika terwujud akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Parepare. Proyek Parepare Beach City rencananya lebih mengandalkan kelebihan background wiev laut Parepare.

Jalanan sepanjang pinggir pantai akan ditingkatkan dan dibuat lebih cantik. Selain itu, juga dilakukan penataan terhadap daerah penjualan pakaian eks impor atau lebih dikenal dengan sebutan Cakar (Cap Karung), untuk menghilangkan kesan kumuh dan semrawut. (smr)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer