Home » » Pasien RSUD Andi Makkasau Capai 74.011

Pasien RSUD Andi Makkasau Capai 74.011

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 20 Mei 2014 | 9:55 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Jumlah pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau berhasil menembus angka 74.011 orang selama periode Februari 2012 hingga Jumat, 16 Mei 2014. Angka ini diperoleh berdasarkan data penerbitan nomor rekam medik rumah sakit berstatus tipe B itu.

Kepala Sub Bidang Rekam Medik RSUD Andi Makkasau, Sriyanti Ambar, S.Km, M.Kes, menjelaskan, dari jumlah tersebut pasien  Sentral Opname (SO) menempati ranking teratas, yakni sebanyak 35,848 orang.  Ini disampaikan Sriyanti saat ditemui di RSUD Andi Makkasau, Jumat, 16 Mei.

Ranking kedua ditempati paisen umum sebanyak 15.689 orang, disusul pasien Jamkesda 9.791 orang, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) 9,727 orang,  Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) 9.791 orang, serta Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesmas) sebanyak 2955 orang.

Sriyanti menegaskan, data tersebut bukan gambaran jumlah kunjungan pasien RSUD Andi Makkasau, mengingat satu pasien dalam periode dimaksud, bisa jadi melakukan kunjungan (perawatan) lebih dari satu kali. “Ini hanya data berdasarkan penerbitan nomor rekam medik yang kami lakukan,” paparnya. 

Setiap hari, kata Sriyanti, pihaknya rata-rata menerbitkan kartu rekam medik baru sebanyak 250 buah. Data ini belum termasuk data rekam medik untuk pasien SO melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

Ia menjelaskan, pihaknya perlu sedikit kehati-hatian dan kecermatan dalam mengelola data rekam medik, mengingat fungsi rekam medik yang sangat sentral dalam penanganan dan penyembuhan penyakit pasien. 

Hingga saat ini, ungkap dia, pihaknya masih menggunakan sistem manual dalam pengelolaan data rekam medik. Ini tentu agak sulit dibayangkan dalam kondisi rumah sakit Andi Makkasau yang juga merupakan rumah sakit rujukan 14 kabupaten kota di utara Sulawesi Selatan.

Ia berharap, ke depan, pengelolaan data rekam medik dilakukan melalui sistem Electronic Medical Record (EMR) yang telah banyak digunakan di berbagai rumah sakit di dunia, sebagai pengganti atau pelengkap rekam medik kesehatan berbentuk kertas. 

Sistem manual ini agak merepotkan, kata Sriyanti, karena pihaknya juga mengalami  keterbatasan jumlah staf. Tak jarang, kata dia, ada data rekam medik pasien tercecer di ruang perawatan atau di bagian lain.

“Pernah kami dipusingkan data rekam medik salah satu pasien yang tidak ditemukan di tempat penyimpanan data rekam medik. Setelah dicari ternyata datanya tertinggal di VIP room. Padahal, pasiennya sejak tahun lalu tidak lagi di rawat di sana. Kami sebenarnya sudah memiliki SOP (Standard  Operational Procedure,red)  namun kelihatannya tidak berjalan,” katanya.

Kendala lain adalah ada nomor rekam medik ganda, dikarenakan pasien datang secara berulang tanpa membawa kartu berobat sehingga petugas membuat nomor rekam medik baru. “Dalam hal ini petugas kami harus proaktif dalam mengidentifikasi nomor rekam medik ganda, dan segera menghubungi pasien untuk meminta nomor rekam medik lama, kemudian menyatukannya dalam  berkas rekam medik,” katanya.

Kata Sriyanti, kendala ini sebenarnya dapat diatasi  jika RSUD Andi Makkasau sudah menggunakan Sistem Informasi  Manajemen (SIM) rumah sakit yang  terintegrasi. “Petugas rekam medik tinggal mencari identitas pasien bersangkutan di komputer, tinggal  klik dan langsung muncul nomor RM (Rekam medik,red) yang diinginkan,” katanya.

Persoalan SIM Rumah Sakit ini, rupanya menjadi salah satu perhatian Direktur RSUD Andi Makkasau, dr. Kamaruddin Said. Ia menjelaskan, penggunaan Sistem Informasi Manajemen  juga akan menghindarkan terjadinya pasien ‘hilang’.

SIM kata Kamaruddin akan mengurangi tingkat kebocoran, termasuk peluang terjadinya mark up tindakan medis (pelayanan). “Kapan pasien masuk  dan kapan pulang semua dapat dipantau melalui SIM” katanya. (SS)



Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer