Home » » Fortanas Sesalkan Terbengkalai Pembangunan Dua Proyek Mega APBN

Fortanas Sesalkan Terbengkalai Pembangunan Dua Proyek Mega APBN

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 19 Juni 2014 | 2:36 AM

Kabarsulawesi.com - Parepare : Pasar Kuliner dan UKM merupakan dua bangunan megah proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sekitar kurang lebih Rp. 23 Milyar terbengkalai bahkan sudah banyak yang rusak belum ditempati.

Dua bangunan mega proyek ini disoroti oleh Forum Ketahanan Nasional (FORTANAS) Parepare, yang menyesalkan pihak pemerintah setempat tidak ada kepedulian untuk memperhatikan pembangunan pasar kuliner dan UKM.

Menurut, Ketua Fortanas Parepare, Baktiar Syarifuddin, ia sangat  prihatin melihat kondisi bangunan megah itu yang sampai sekarang kelihatannya tak kunjung difungsikan, karena hari-demi hari kerusakan terus bertambah, kaca sudah pecah bahkan pelaponnya sudah banyak runtuh, terkesan pembangunan ini terabaikan dan mubassir.

Seharusnya pembangunan itu sudah dapat difungsikan dan dinikmati oleh masyarakat terutama pelaku-pelaku ekonomi, yang pada akharinya mampu menyerap banyak  tenaga kerja dan mampu meningkatkan ekonomi daerah kota Parepare.

“Saya mendesak walikota untuk bergerak cepat mnyelamatkan aset semega itu, tentunya melalui gerakan pro aktif mengurus penyerahan aset dari pusat kepemerintah daerah. Sesunggunya setiap bangunan funanmental yang dibangun dengann anggaran besar, itu juga mampu memberikan manfaat besar terhadap kesejahtera masyarakat.”jelasnya.

.Lanjut, Baktiar,  kedua pasar kuliner dan UKM bersumber dari APBN yang beralokasikan dari dana kementerian perdagangan RI dan Dana Permbangunan Infrastrukutr Daerah (DPID), total senilai kurang lebih Rp. 23 Milyar, dimana Pasar Kuliner menelan Rp. 11 Milyar  selama tiga tahun dan pasar UKM sebesar Rp. 12 Milyar selama dua tahun, yang dimulai dibangun sejak tahun 2011 menjadi monumen sejarah saja yang tak bisa difungsikan.

Diduga kedua pasar mewah ini ada indikasi korupsi didalamnya sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh pemerintah karena belum selesai bahkan sudah banyak yang hancur bangunannya.

Terpisah, kadis Perindagkop dan UKM Parepare, Amran Ambar, mengatakan, dua bangunan mega itu masih milik pemerintah pusat dan belum diserahkan ke pemerintah kota Parepare, tetapi bangunan ini masih butuh biaya untuk perawatannya termasuk biaya listrik dan air.”bangunan ini belum diserahkan ke kami masih pemilik pemerintah pusat,”jelasnya.

Amran, akan mepertimbangkan untuk mengusulkan anggaran soal biaya air dan listri agar bisa difungsikan,”jadi pemerintah belum bisa megabil alih pasar ini bilamana belum ada penyerahan kami untuk difungsikan karena masih aset pemerintah pusat,”alasnnya.

Sedangkan, Plt Sekda Kota Parepare, Mustafa Mappangara yang dihubungi via selulernya, Kamis (19/6) kemarin, belum banyak berkomentar soal masalah kedua pasar tersebut,”silahkan hubungi langsung pak wali soal masalah dua pembangunan pasar ini,”katanya singkat. (smr)

Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer