Home » » Jaksa Bidik Kasus THR 2013 Rp. 2,3 M

Jaksa Bidik Kasus THR 2013 Rp. 2,3 M

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 18 Juni 2014 | 12:37 AM

Kabarsulawesi.com = Parepare :  Tim kejaksaan dari intelejen turun langsung ke kantor Pemkot Parepare untuk mengusut tuntas kasus Tunjangan Hari Raya (THR) atau Istilah Tunjangan Kesejahteraan (TKP)  tahun anggaran 2013, senilai Rp. 2,3 Milyar.

Sesuai pantauan Berita Kota Makassar di kantor pemkot, Rabu (18/6, sekitar pukul, 10.30 wita, kasi intelejen kejaksaan, Jemmy N T bersama staf tindak pidana khusus (Pidsus), masuk ruangan sekda kota Parepare setelah menandatangani buku laporan tamu.

Jemmy bersama timnya diterima langsung, Plt Sekda, Mustafa Mappangara, sekitar hamper 30 menit lamanya. Lalu jimmy masuk keruangan bagian umum untuk klarifikasi dengan bendahara umum, Haring, tapi karena bendahara umum masih pertemuan dengan sekda setelah usai pertemuan dengan tim dari kejaksaan,

Menurut, jimmy ditemui dipemkot menjelaskan, hasil pertemuan dengan plt sekda kota Parepare, Mustafa Mappangara, hanya untuk sebatas klarifikasi dan diminta dukungan pihak pemerintah agar masalah ini dituntaskan,”kami diterima dengan pak sekda, dan dia mendukung kami untuk mengusut tuntas kasus ini, dia tidak menghalangi penyidik yang jelas apa yang kami butuhkan pihak pemerintah siap memberikannya,”kata jimmy.

Lanjut, Jemmy, pengakuan sekda ke kejaksaan saat ditemu diruangnya mengaku tetap anggota korpratif untuk memberikan keterangan dan data yang diperlukan oleh pihak kejaksaan,”jadi kami masih dalam fuul data masalah ini, kami akan klarifikasi semua yang mengetahui masalah ini,”jelasnya singkat.

Terpisah, plt Sekda Kota Parepare, Mustafa Mappangara, mengatakan, kedatangan kejaksaan hanya untuk klarifikasi mengenai masalah THR, dan pihak kami telah menyampaikan ke kasi intel bahwa belum ada LHP BPK yang diterima oleh pemerintahan kota Parepare,”jadi saya tidak terlalu banyak mengomentari hal ini,”katanya singkat.

Sementara, Direktur Institute Kebijakan Rakyat, (IKRA) Parepare, Uspa Hakim, menegaskan, THR atau dikatakan TKP yang senilai Rp. 2,3 Milayar yang disuruh dikembalikan oleh setiap pegawai yang jumlahnya sekitar kurang lebih 4.000 pegawai itu akan mustahil, sejumlah pegawai ditanya namun tetap bertahan tidak mau mengembalikan dengan alasan itu sudah jadi ayam karena pemberiannya bulan ramadhan.

Uspa mendukung pihak kejaksaan yang telah turun langsung untuk melakukan investigasi soal masalah dana THR tahun 2013 yang merugikan keuangan daerah,”kasus ini harus diusut tuntas, kabag keuangan harus bertanggungjawab soal ini karena berani mengeluarkan uang tanpa dasar hukumnya, “jelasnya.

Lanjutya, tidak adanya SK walikota ini karena pihak keuangan tidak kordinasi bagian-bagian lainnya, bahkan kabag keuangan, mengakui bahwa atas nota permintaan kabag umum setelah disposisi walikota, Sjamsu Alam saat itu maka keuangan langsung mencairkan.

Sementara menurut, Kabag umum, Darwis Sani, mengaku tidak pernah melihat nota pertimbangan itu bahkan bagian umum tidak dilibatkan, sehingga tidak tau masalahnya.”saya tidak tau menahu soal itu,”jelasnya singkat.

Lanjut, Darwis, bagian umum sudah menjelaskan ke sekda tentang kronologisnya, sehingga bagian umum tidak mengetahui hal tersebut, mengenai soal anak buahnya akan diperiksa untuk dimintai keteranganya di kejaksaan, kata Darwis, ia siap menemaninya ke kantor kejaksaan untuk klarifikasi atau memberikan data-data sesuai permintaan kejaksaan.”mungkin besok kami  bersama mantan bendahara umum, pak Haring dan staf bagian umum kami datang ke kantor kejaksaan untuk meberikan keterangan soal masalah THR tersebut ,”tuturnya.

Senada diungkapkan, Kabag hokum, Ali Latief, bahwa tidak pernah melihat usulan SK walikota mengenai pembayaran THR tersebut, bahkan bagian hokum tidak dilibatkan,”pengakuan keuangan bahwa yang membuat nota pertimbangan bagiian umum, jika memang tidak diketahui maka bisa saja kabag keuangan mengambil tindakan sendiri hanya disposisi walikota saja saat itu,”tuturnya. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer