Home » » Lima PNS Dishub Bertugas Dipelabuhan, Dikroyok 20 Preman

Lima PNS Dishub Bertugas Dipelabuhan, Dikroyok 20 Preman

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 29 Juni 2014 | 1:36 PM



Kabarsulawesi.com – Parepare :  Lima pegawai negeri sipil (PNS) Saat bertugas pasang posko pemantauan kapal, dikroyok oleh sejumlah preman sekitar kurang lebih 20 orang, dilokasi eks dermaga ternak pelabuhan cappa Ujung kota Parepare,  Jumat, sekitar pukul 23.35 wita malam.

Ke lima PNS ini adalah Kasi pelabuhan Dishub, Irwan, kasi bina usaha dan perizinan transportasi laut, Danial, kasi pengembangan transportasi laut, Eko Prayitno, kasi lalu Lintas Dishub, Patang dan staf bidang laut, Aryun Andayana.

Peristiwa ini terjadi ketika kelima PNS ini sedang melaksanakan tugasnya untuk pengawasan dan pemantauan dermaga ternak bongkar muat serta perbaikan pos pemantauan. Tiba-tiba sejumlah preman sekitar kurang 20 orang dengan membawah senjata tajam berupa parang dan badik langsung menyerang kelima pegawai tersebut.

Tanpa alasan jelas tiba-tiba preman ini mengeroyok kelima pegawai Dishub hingga babak belur tanpa ada perlawanan dari kelima pegawai dinas perhubungan tersebut. Salah satu pejabat Dishub, kasi pelabuhan, Irwan yang lebih parah lukanya, dimana mata bagian kiri lebam yang hampir mengalami kebutahan dan geger otak.

Korban saat itu dibawah ke puskesmas madising Na Mario kelurahan Labukkang, untuk diperiksa hasil visum oleh pihak dokter Iqbal, hingga sekarang ini hasilnya belum diketahui.

Menurut, Irwan, kejadian ini tiba-tiba tanpa disengaja ada sejumlah preman yang memukulnya hingga babak blur, tapi karena tidak ada perlawanan maka mereka pulang, karena saat kejadian sangat gelap dan hanya didengar bahasa dari preman menyerbu kami.”kami tidak bisa melawan karena langsung menyerbu kami, sepertinya hal ini sudah direncakan oleh oknum tak bertanggungjawab tersebut,”jelasnya.


Hal senada diungkapkan, Danial Kasi perizinan transportasi laut, juga tidak tau kenapa ada tiba-tiba banyak orang menyerang kami,”ini sepertinya direncanakan oleh oknum tersebut, kami hanya menjalankan tugas, kami justru diserang oleh premanisme,”tuturnya.

Kepala bidang laut Dishub Parepare, Anton Azis, sangat menyesalkan adanya premanisme dipelabuhan, dan memintah pemerintah kota agar setiap kegiatan yang berhubungan pendapatan daerah maka harus ada payung hukum, apalagi lagi kelima pegawai adalah stafnya yang dibawahi oleh perhubungan laut.

Lanjut, Anton, adanya oknum pejabat dinas perhubungan yang menghendaki kami agar laporan kami dicabut, padahal hidup kami nyaris dibunuh oleh oknum tak bertanggungjawab,”jadi kami sesalkan adanya oknum dishub yang meminta kepada kami agar masalah ini dihentikan dan dicabut laporanya,”jelasnya.

Ditambahkan, Anton, bahwa ia menduga aksi ini terjadi diduga ada oknum-oknum terlibat, diduga juga ada keterlibatan pelindo selaku pengawasan diarealnya karena masalah lahan itu juga ditangani Dishub.”korban sudah melaporkan hal ini kepihak kepolisian wilayah kwasan pelabuhan nusantara Parepare, dengan nomor polisi, TBL/31/VI/2014/sector kawasan pelabuhan nusantara,”jelasnya.

Terpisah, sekretaris Dishub, Yulius Upa, tidak mengetahui masalah tersebut, setelah didesak oleh media, akhirnya bicara dan mengakui kalau dialah memintah kepada staf agar laporannya dicabut sesuai permintaan pelaku.”saya hanya meminta untuk menyelasaikan secara kekeluargaan, karena permintaan pelaku,”katanya singkat.

Soal untuk tindak lanjutnya proses hukum, kata Yulius, itu diserahkan ke penegak hukum dan diserahkan kepada kadis Dishub untuk bagaimana selanjutnya masalah tersebut.


Dihubungi terpisah, kapolsek kawasan pelabuhan nusantara, AKP Ari Galang, membenarkan jika ada kejadian pemukulan yang dilakukan sekelompok yang tidak bertanggungjawab, dan sekarang pihak jajaran serse polsek KPN Parepare telah menangani serius kasus ini.

Polsek KPN, kata Ari, pihaknya telah mengidentifikasi nama-nama tersangka dan segera melakukan penangkapan yang diperkirakan sekitar 7 pelaknya.”jadi kami segera menindak lanjutim kasus ini dan akan kami segera menangkap tujug pelaku yang sudah kami identifikasi nama-namanya,”jelas Ari.

Namun saat ditanya soal motifnya, maka Kapolsek KPN belum memberikan keteranganya lebih lanjut karena masih dalam penyelidikan. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer