Home » » Miliaran Retribusi PAD Pasar Lakessi Bocor

Miliaran Retribusi PAD Pasar Lakessi Bocor

Written By Redaksi kabarsulawesi on Sabtu, 21 Juni 2014 | 6:11 PM



Kabarsulawesi.com – Parepare :  Diduga Retribusi Pendapatan Asli daerah (PAD) Pasar Lakessi bocor sekitar miliaran rupiah yang selama ini tidak pernah diawasi oleh tim pengawasan baik inspektorat maupun dinas bersangkutan yang bersentuhan dengan pendapatan daerah.

Sesuai data sementara hasil investigasi IKRA dilapangan yang terkait dengan pendapatan bahwa jumlah penghuni pasar sekitar 3.000 orang dengan harga karcis retribusi bervariasi sekitar Rp. 2.000 perlods hingga Rp. 2.500 perlods yang berkisar pendatan yang dipungut oleh tim UPTD Pasar Lakessi sekitar Rp. 37 milyar lebih.

Hal ini dikatakan Direktur Institute Kebijakan Rakyat (IKRA) Kota Parepare, Uspa Hakim kepada wartawan melalui via selulernya kemarin.

Uspa sangat menyesalkan adanya kebocoran PAD pungutan retribusi pasar setiap lods sangat merugikan keuangan daerah, dan perlu ditindak tegas bilamana terjadi indikasi korupsi didalamnya.”ini harus ditindaklanjuti oleh pihak penyidik kejaksaan, karena sangat merugikan keuangan daerah yang bisa bocor retribusi PAD pasar Lakessi,”jelasnya singkat.

Lanjut Uspa, sesuai hasil investigasinya dilapangan baik di pasar semi moderen, maupun  penghuni pasar dari gerbang niaga semua diberi karcis pembayaran retribusi yang dipungut oleh pemerintah melalui dinas perindagkop dan UKM tersebut.

Bahkan data sementara ini laporannya pihak UPTD Pasar Lakessi hanya menyetor retribusi pasar sebanyak 600 penhuni padahal pengakuannya hanya Rp. 1.750 penghuni sedangkan data IKRA mencapai 3.000 penghuni pasar lakessi semuanya.

Terpisah, kepala UPTD Pasar Lakessi, Suardi usman, membantah jika penghuni pasar lakessi sekitar 3.000 ribuan, penguni pasar lakessi dari semi moderen ini sekitar Rp. 1.750 penghuni dengan biaya karcis sebesar Rp. 2.000 perorang untuk lods pasar induk dan sayap restibusinya hanay Rp. 2.500 dan ini berlaku sejak tahun 2013 sesuai perda nomo 7 tahun 2012 yang berlaku awal tahun 2013.

Lanjut Suardi menjelaskan, sementara 2012 hanya berlaku sesuai perda nomor 2  tahun  2001 senilai harga karci Rp. 1000 dan hingga Rp. 2000 sesuai luas lods atau lapak ditempati. Sesuai data ini rata-rata disetor sekitar jumlah penghuni pasar  saja mencapai 800 pedagang.”masih banyak yang belum ditagih dan kami tagi sesuai yang ada,”katanya singkat.

Sementara, kadis Prindakop dan UKM parepare, Amran Amran, mengakui penghuni pasar sekitar 1.750 penghuni dan diluar itu bukan urusan prindagkop karena ditangani pihak swasta seperti gerbang niaga di Pasar Lakessi, jadi sesuai data kami hanya 1.750 saja penghuni pasar kami tidak tau penghuni lainnya yang menjual di gerbang niaga pasar Lakessi dan kemungkinan itu dikerjakana oleh pihak swasta,”kilahnya saat dihubungi via selulernya.

Kabag Keuangan pemkot Parepare, Jamaluddin Achmad justru mengakui kalau jumlah pedangan di Pasar Lakessi baik pasar lakessi semi moderen maupun gerbang niiaga pasar Lakessi sekitar mencapai 3.000 lebih. Dan setiap tahun hanya ditarget 1, 3 milyar tahun anggaran 2014 sedangakn tahun sebelumnya ditarget  juga tidak tercapai. “tapi itupun tidak pernah dicapai,”katanya.

Inspektorat Parepare, Husni Syam, membantah jika tidak pernah dilakukan uji petik, padahal itu sudah dilakukan, tetapi Inspektorat tidak tau berapa jumlah penghuni pasar karena itu ditahu oleh dinas pendapatan daerah. (smr)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer