Home » » Oknum LSM KRAK “Peras” Rekanan ?

Oknum LSM KRAK “Peras” Rekanan ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 08 Juni 2014 | 3:18 PM


Kabarsulawesi.com – Parepare : Oknum LSM KRAK berinisial AI melakukan dugaan pemerasan terhadap rekanan CV Masbaindo Pratama, terkait proyek pembangunan draenase prima kota Parepare bersumber dana APBN 2014 senilai Rp. 2,2 Milyar, di lokasi kelurahan wattang soreang kecamatan Soreang kota Parepare.

Munculnya dugaan pemerasan yang dilakukan oknum AI kepada rekanan karena adanya rekaman yang tersebar kemana-mana yang menjadi bahan perbincangan masyarakat kota Parepare atas perbuatan oknum memaksa rekanan dipenuhi keinginannya sebesar 1 persen dari nilai proyek.

Menurut, rekanan, Andi Mappaita yang disapa Andi Tonro ini, bahwa oknum AI meminta fee sebesar 1 persen ini sangaja direkam karena sebagai alat bukti yang diinginakan penyidik Polda Sulsel akibat ulah oknum yang meresahkan rekanan tersebut.

Proyek yang dikerja Andi Tonro ini, berjalan sejak muali bulan April hingga bulan September 2014, namun karena oknum mencari keselahan dalam pekerjaan membuat rekanan tidak merasa tenang dalam mengerjakan proyek tersebut.

Bahkan pihak rekanan minta temuan-temuanya soal pelanggaran yang dilakukan, tapi karena proyek ini masih berjalan dan belum berakhir masa waktu penyelesaiannya, membuat rekanan merasa tidak nyaman dan mengancam akan mengcam,”saya sengaja mengalah agar oknum ini ditangkap tangan, karena penyidik polda sulsel sudah turun tangan, tapi karena masalah ini tercium media maka saya ungkap saja apa yang terjadi sebenarnya akibat ulah oknum tersebut,”jelasnya.

Perbuatan oknum ini, kata Tonro, sangat merugikan rekanan, pasalnya, pekerjaan ini masih berjalan belum diserahkan ke pemerintah setempat, tapi oknum sengaja ke lokasi dengan modal foto-foto lokasi dan mencari kesalahan-kesalahan dengan cara ada temuan lalu meminta keuntungan sebear 1 persen dari nilai kontrakm,”saya juga heran pekerjaan ini masih berjalan, kenapa bilang ada temuan, oknum ini bukan penyidik, mencari kesalahan untuk keuntungan dirinya sangat merugikan kami, “jelasnya.

Tonro akui sudah kasi uang sebesar Rp, 5 juta melalui tangan RH teman AI, tapi dikembalikan karena nanti cukup Rp. 10 juta baru diambil uang tersebut.”saya kasi uang 5 juta melalui tangan pak Rahman, tapi dikembalikan karena belum cukup,”katanya.

Terpisah, Rahman Halede membenarkan jika ia sudah menerima uang itu sebesar Rp. 5 juta kepada AI, dan ia tidak tau kalau ada rekaman yang berdear di kalangan warkopterkait adanya dil-dil antara AI dengan pihak rekan.
Rahman akui juga kalau pertemuan ini dilakukan di kafe 22, dimana Ia bersama rekanan dan  AI,”soal tehnis mengenai persen saya tidak tau itu rananya pak andi ilham dengan pihak rekana, saya hanay mediasi untuk dipertemukan,”kata Rahman saat dihubungi via selulernya kemarin.

Rahman tidak tau kalau masalah ini akan menjadi besar, hanya karena permintaan  rekanan untuk dipertemukan dengan AI maka terjadi pertemuan di kafe 22 sekitar pukul 12 siang.”saya hanya mediasi saya tidak tau soal bergening antara rekanan dengan pak Andi Ilham, saya sempat bawah uang kepada Andi Ilham tapi ditolak karena tidak cukup uangnya maka saya kembalikan ke rekanan kembali,”jelasnya. (smr)

Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer