Home » » Polisi Belum Tangkap Pelaku, Pelindo Bantah Pelihara Preman

Polisi Belum Tangkap Pelaku, Pelindo Bantah Pelihara Preman

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 30 Juni 2014 | 3:47 PM



Kabarsulawesi.com – Parepare :  Walikota Parepare, H. M Taufan Pawe melalui kepala dinas perhubungan (Dishub) Parepare, Amir Sabbi, segera menindak lanjuti kasus pemukulan terhadap lima pegawai negeri sipil (PNS) Dishub, Jumat malam lalu, di eks dermaga ternak pelabuhan Cappa Ujung kota Parepare.

Hasil kordinasi walikota dengan kadis perhubungan, maka, Senin (30/6), Kadis Perhubungan bersama rombongan mendatangi kantor Polsek kawasan pelabuhan nusantara (KPN).

Kedatangan mereka ini untuk mendesak polsek KPN segera mengusut tuntas pelaku pengoroyokan terhadap lima PNS perhubungan.

”jadi setelah saya kordinasi dengan pak wali terkait staf saya di keroyok oleh sekelompok preman, maka kami diminta tetap kasus ini dilanjutkan kerana hokum, karena perbuatan tersangka telah menghalangi aktivitas Dishub yang lagi bertugas,”kata Amir Sabbi saat dihubungi langsung di kantornya sebelum berangkat ke polsek KPN.

Hasil informasi dihimpun BKM dilokasi, bahwa pemicu terjadinya pengeroyokan, karena muncul asumsi bahwa pihak pelindo terusik saat Dishub melakukan uji petik soal bongkar muat barang di kapal melalui eks dermaga ternak yang juga punya andil perhubungan tersebut.

Hal ini dibenarkan, kabid laut Dishub, Anton azis, bahwa kehadiran dishub rencana melakukan uji petik dan membangun pos pengawasan dilokasi itu akan menjadi terusik bagi pelindo yang tidak mau ditahu soal pendapatannya.

Ada indikasi, kata Anton azis, bahwa preman itu sengaja “dipeliara” oleh pelindo agar tidak diketahui pemasukannya selama ini,”jadi kasus ini sudah direncanakan sebelumnya, karena kami pernah berdebak soal masalah esk dermaga bongkar mjuat yang tidak sepaham dengan pelindo atas kehadiran kami disana,”jelasnya.

Lanjut, Anton, bahwa pernah argument dengan manajer pelindo soal eks dermaga ternak, bahkan pihak perhubungan meminta agar eks ini ditutup sementara, namun tidak diindahkan oleh pihak pelindo tanpa alasan jelas,”mungkin jengkel sama kami sehingga preman yang menyerang kami, itu karena mereka terusik, padahal potensi pendapatan didaerah pelabuhan ini,”jelasnya.

Terpisah, Ketua Institute Kebijakan Rakyat (IKRA), Uspa Hakim, tetap mengawal kasus ini, pemicu pengeroyokan inilah yang bisa membongkar kasus dugaan pungutan liar yang melibatkan premanisme. Ikra menilai bahwa ada dua masalah terjadi di pelabuhan cappa ujung.

Pertama, kata Uspa, soal tindakan kriminalnya yang telah mengeroyok lima PNS perhubungan saat bertugas, dan kedua masalah dugaan pungli terjadi diareal disitu sehingga mereka tidak mau kaualu perhubungan ada didalam untuk mengawasi, bahkan pelindo terkesan melakukan pembiayaran bahkan bisa saja pelindo diduga terkesan memelihara preman.

Terpisah, manajer Operasi Pelindo cabang Parepare, Hamsah membantah tudingan terkait pelindo yang memelihara premanisme dan tidak mau kalau perhubungan hadir di wilayah pelindo.

”tidak benar itu kalau kami terusik atas kehadiran dishub melakukan pengawasan atau melakuakn uji petik,”kilahnya.

Bahkan, kata Hamsah, pihaknya bersama dengfan perhubungan melakukan pertemuan soal kehadiran dishub dan siap bekerjasama.

”tindakan pengeroyokan itu tindakan criminal murni kami tidak tau apa penyebabnya, yang jelas bukan kami peliara preman dan bukan pula kami tidak senang jika ada dishub melakukan tugasnya di areal pelindo,”katanya singkat.

Sementara, Kapolsek KPN Parepare, AKP Ari Galang, S, mengaku sudah memintah keterangan dari dua dicurigai pelaku dan satu saksi untuk dimintai keteranganya lebih lanjut.

”setelah hasil lidik dan mengembangkan kasusnya maka kami akan turun melakukan penangkapan terhadap pelaku,”jelasnya. (smr)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer