Home » » Sejumlah LSM Sesalkan Oknum LSM "Peras" Rekanan

Sejumlah LSM Sesalkan Oknum LSM "Peras" Rekanan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 13 Juni 2014 | 11:23 PM

Kabarsulawesi.com - Parepare : Dugaan pemerasaan yang dilakukan mantan LSM Indonesia Coruption Centre (ICC) Andi Ilham terhadap rekanan Andi Tonro sebanyak 1 persen dari nilai kontrak Rp 2,2 milyar, yang membuat sejumlah LSM angkat bicara.

Ketua LSM Benteng Ampera, Muh. Fihir sangat menyesalkan sikap oknum yang sering berulah bahkan bukan hanya satu kali tapi sering kali melakukan dugaan pemerasaan terhadap rekanan bahkan pihak sekolah.

LSM Benteng Ampera bahkan siap melaporkan perbuatan oknun dihadapan penyidik kepolisian terkait adanya dugaan pemerasaan yang berdampak pada reputasi LSM di kota ini."Kami siap mengadukan kepolisian dan mengajak rekanan atau yang dikorbankan agar masalah ini ditindak lanjuti polisi,"jelasnya.

Bahkan, LSM Benteng Ampera sudah mengumpulkan data-data berupa rekaman dan juga beberapa data yang dianggap cukup kuat dipidanakan.

Hal senda diungkapkan, Direktur Institute Kebijakan Rakyat (IKRA), Uspa Hakim menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh oknum LSM itu hanya perbuatan oknum saja bukan kelembagaan, karena sangat jelas perbuatan oknum dapat merusak reputasi LSM yang ada di kota ini.

Uspa menegaskan, bahwa pemerintah harus mendata ulang LSM yang aktif sekarang ini jangan ada dibentuk tapi pengurusnya tidak lengkap,"jadi perbuatan oknum dapat merusak nama baik LSM yang ada di kota ini,"jelasnya.

Terpisah, sekretaris PWI Cabang Parepare, Dulkin juga menyesalkan adanya perbuatan oknum LSM yang diduga melakukan pemerasan yang berdampak pada nama lembaga lain.

Bahkan ironisnya lagi, kata Dulkin adanya oknum wartawan yang juga pengurus LSM yang ikut mediasai soal masalaha dugaan pemerasan tersebut sesuai rekaman yang beredar."Rahman Halede itu anggota PWI bahkan juga LSM yang ikut serta dalam masaalah ini sangat kami sesalkan,"jelasnya.
Sementara, Kejari Parepare, Irwan Sinuraya menegaskan, jika ada oknum LSM mengatasnamakan atau dekat kejari dengan cara melakukan perbuatan pemerasan itu sangat tidak dibenarkan.

"Kami dari kejaksaan sangat menyesalkan jika ada oknum LSM jual lembaga kejaksaan demi melakukan pemerasan. Jika itu benar, maka pihak kami melakukan langkah = langkah hukum,"jelasnya. (Smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer