Home » » Ipar Taupan Pawe Bantah Dirinya Tangani Proyek Bak Sampah Di BLHD

Ipar Taupan Pawe Bantah Dirinya Tangani Proyek Bak Sampah Di BLHD

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 25 Juli 2014 | 5:19 PM



Kabarsulawesi.com – Parepare :  Kasus dugaan korupsi proyek bak sampah di badan lingkungan Hidup daerah (BLHD) Parepare ternyata muncul isu bahwa Ipar Taufan Pawe, walikota Parepare diduga ikut serta dalam menagani proyek Baksa Sampah yang menjadi sorotan masyarakat.

Dugaan keterlibatkan Safar yang merupakan ipar dari adik Taufan Pawe, Musdahlifa yang lebih mengetahui proyek Bak Sampah DAK senilai Rp. 400 juta yang tidak ditender. Sehingga proyek ini dipecah-pecah menjadi empat kecamatan senilai Rp. 100 juta untuk penunjukkan demi menghindari lelang tersebut.

Safar saat dihubungi via selulernya membantah jika dirinya terlibat soal masalah proyek pengadaan Bak Sampah senilai Rp. 400 juta dari DAK,”kenapa saya dilibatkan, saya tidak tau soal proyek itu, kalau saya diganggu pasti saya melawan,”dengan nada emosi saat dihubungi via selulernya kemarin.

Safar akan menuntut balik kepada orang yang menyebut dirinya terlibat atau mengaitkan proyek pengadaan Bak Sampah yang sementara ini sudah ditangani pihak penyidik kejaksaan negeri Parepare dan pihak kepolisian.”saya akan tuntut balik jika namaku disebut dimedia, saya tidak terlibat, semutpun kalau diganggu pasti mengigit,”katanya singkat.

Dirinya selalu ditanya sama orang-orang keterlibatanya, padahal Ia tidak tau soal proyek bak sampah di BLHD yang sudah ditangani penyidik.

Kepala BLHD Parepare, M Sykur Rasyak juga membantah jika Safar yang merupakana notabene iparnya walikota Parepare, Taufan Pawe.”Pak Safar tidak tau masalah ini dan dia tidak terlibat,”katanya singkat.

Direktur Institute Kebijakan Rakyat (IKRA), Uspa Hakim menjelaskan, siapapun terlibat atau disebut namanya harus dimintai keterangan oleh pihak penyidik, penyidik punya diskresi soal masalah penaganan kasus yang dituduhkan kepada yang bersangkutan.”soal benar atau tidaknya tidak terlibat bukan hanya pengakuan tapi harus dibuktikan diranah hokum,”jelasnya.

Kalau memang Ipar Walikota terlibat, kata Uspa, maka sangat disesalkan, karena sangat berbeda apa yang diungkapkan walikota kepada masyarakat, bahwa tidak akan melibatkan keluarganya dalam mengurus proyek, ini akan terbantahkan dan masyarakata bisa tidak percaya lagi soal apa yang diungkapkan walikota,”jadi kita masih praduga tak bersalah, jika benar maka ucapan walikota pasti terbantahkan, jika tidak benar maka ucapan itu pasti harus dipegang,”tuturnya singkat. (smr)

Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer