Home » » Pungli Transportasi Haji Kejaksaan Periksa Dua Pejabat Kemenag

Pungli Transportasi Haji Kejaksaan Periksa Dua Pejabat Kemenag

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 07 Juli 2014 | 3:31 PM



Kabarsulawesi.com – Parepare :  Kasus dugaan pungutan liar (pungli) dana biaya transportasi haji dari Parepare-Makassar (pp) sebesar Rp. 72 juta, dari 97 Calon Jemah Haji (CJH)di kementerian agama (kemenag) kota Parepare, akhirnya diperiksa oleh kejaksaan negeri Parepare, Senin (7/7).

Kedua pejabat kemenag Parepare diperiksa yaitu, Kasi Haji dan Umrah Kemenag, Hasnah dan bendahara BPIH Kemenag, Rifdaningsi. Keduanya masuk diruang kasi intel kejaksaan, Jemmy N T.

Keduanya diperiksa dan dimintai keteranganya serta dimintai pula data-datanya terkait dugaan pungli yang dilakukan di kemenag, padahal dana transportasi sudah dianggarkan oleh pemerintah kota Parepare.

Kasi Intel Kejaksaan, Jemmy membenarkan kalau dua pejabat kemenag kota Parepare menghadap pada dirinya untuk dimintai keteranganya terkait kasus dugaan pungli transportasi haji di kemenag,”kedua pejabat itu ketemu saya untuk dimintai keteranganya  sesuai kasus dugaan pungli terhadap CJH tahun 2014,”jelasnya.

Ditambahkan,sesuai UU  No 13 tahun 2008, pasal, 35 ayat 1 sudah jelas bahwa pemberangkatan dan pemulangan haji ditanggung pemerintah setempat.

Hal, senada diungkapkan, Kejari Parepare, Irwan Sinuraya, keduanya diperiksa terkait kasus dugaan pungli tranportasi CJH yang menjadi sorotan media, dan pihak kejaksaan tetap menindak lanjuti kasus ini hingga tuntas.”saya sudah perintahkan ke kasi intel untuk melakukan fulldata terkait kasus dugaan pungli, dan keduanya diperiksa,”jelasnya.

Lanjut, Irwan menegaskan, kasus ini tetap skala prioritaskan, karena sangat merugikan masyarakat dimana melakukan pungutan tidak didasari dengan regulasi yang jelas.

Terpisah, kabag kesera pemkot Parepare, Aris Abunawas, menjelaskan, kalau pemerintah kota Parepare telah menagnggarkan biaya transportasi bagi CJH tahun ini, anggaran yang disiapkan oleh pemerintah kota Parepare sebesar Rp. 57 juta lebih, dari Makassar-parepare pulang-pergi (PP),”jadi kami sudah siapkan anggaran, hanya saja pihak kemenag tidak pernah kordinasi kami dan tertutup soal masalah biaya transportasi CJH,”jelasnya.

Lanjut, Aris, tahun lalu juga pemkot siapkan transportasi dan makannya, sehingga pihak pemkot yang menanggung keberangkatan dan hingga pemulangan haji, tanpa ada lagi dibebankan oleh pihak calon jemah haji tersebut. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer