Home » » Sakaria Dianiaya Didepan Anggota DPRD

Sakaria Dianiaya Didepan Anggota DPRD

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 21 Juli 2014 | 11:22 PM



Kabarsulawesi.com – Parepare :  Setelah dimediasi di bagian pemerintahan kota Parepare antara H Tahir dengan sakaria terkait penggunaan lorong secara umum di jalan Andi Makkasau, kecamatan Ujung, Kota Parepare sesuai SK walikota Parepare bernomor 273 tahun 2005 yang ditanda tangani H.M Zain Katoe akhirnya berujung Pemukulan.

Peristiwa ini terjadi, pada hari senin, (14/7) sekitar pukul 12.00 wita siang, dimana para anggota DPRD dari komisi I yang diketuai Kaharuddin Kadir turun bersama pemerintah kota Parepare dari bagian pemerintahan, kecamatan dan lurah, untuk melakukan penyelesaian masalah lorong yang sudah bertahun-tahun belum ada kejelasan.

Sakaria memintah kepada pemerintah agar masalah ini diselesaikan sehingga tidak ada lagi pihak Tahir (H camba)  yang mengklaim lorong itu miliknya. Tapi sangat disesalkan setelah para pejabat dan anggota dewan turun kelolasi untuk mencari solusinya, tiba-tiba iwan pihak keluarga H tahir langsung memukul sakaria hingga memar dibagian mata kirinya.

Spontan saja keributan terjadi yang membuat para anggota dewan dan pejabat pemerintahan hanya menyaksikan hal tersebut. Perlakuan dilakukan pelaku sangat disesalkan keluarga korban termasuk korban sendiri tidak bisa menerima atas perbuatan dilakukan pelaku, sehingga kasus ini ditangani pihak kepolisian.

‘jadi saya dipanggil oleh anggota dewan dan pejabat pemerintahan untuk mencari solusinya masalah lorong ini, tapi tiba-tiba keluarga H Tahir menyerang saya sampai luka memar di bagian mata saya,”kata Sakaria memperlihatkan luka memarnya kepada BKM dikediamannya, kemarin.

Terpisah, kaharuddin kasim, membenarkan adanya kejadian, bahkan dia bersama pihak pemerintahan dan anggota dewan lainnya kaget, setelah melakukan cros cek dilapangan mengenai lorong dipermasalahkan, lalu tiba-tiba iwan langsung memukul,”saya tidak tau kenapa tiba-tiba muncul, itu yang kami sesalkan adanyta pemukulan padahal masalah ini sudah diselesaikan, agar semua pihak memahami masing-masing masalahnya,”jelasnya.

Kaharuddin menambahkan bahwa kasus ini sudah diserahkan kepihak berwajib mengenai kasus pidananya, sedangkan mengenai sengeketa lorong itu harus dibahas lebih lanjut, dimana lorong ini bukan milik pribadi atau golongan tapi milik umum sesuai SK walikota tersebut.

Sementara, Kasat reskrim Polres Parepare, AKP wahyuddin rahman membenarkan adanya tindak pidana penganiayaan terhadap korban sakaria, pihaknya telah menagani kasus ini dalam proses lidik,”kami sementara proses berjalan, dan pelaku tidak ditahan,”katanya singkat melalui via BBM, senin (21/7) kemarin. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer