Home » » Terkait Konflik Walikota Vs Wawali, NU Minta Gubernur Turun Tangan

Terkait Konflik Walikota Vs Wawali, NU Minta Gubernur Turun Tangan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 16 Juli 2014 | 12:56 AM



Kabarsulawesi.com – Parepare ; Ketua NU Kota Parepare, Tanwir Umar  mulai angkat bicara soal kedua pemimpin di kota Parepare tidak terlalu harmonis, yang selama ini menjadi bahan publik.

Tanwir menegaskan, pemimpin yang bijak maka harus lebih mengetahui tugas dan fungsinya (tupoksi) masing-masing, dimana keduanya dikenal sebagai ahli hokum dan ahli pemerintahan. Keduanya lebih fokus memikirkan nasib rakyat sesuai visi dan misinya TPFAS (Taufan Pawe-Faisal Andi Sapada) dari pada memikirkan kepentingan pribadi atau golongan.

“kalau keduanya tidak harmonis maka rakyat yang dikorbankan, karena pasti visi dan misi TPFAS tidak berjalan maksimal karena kedua pemimpin tidak akur,”jelasnya.
Langkah yang harus di lakukan oleh pihak NU adalah memintah kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sebagai orang nomor satu di sulsel ini harus memanggil kedua pemimpin di kota Parepare untuk dimediasai agar bisa akur kembali.

Gubernur Sulsel, merupakan pemimpin keduanya, dialah yang bisa menyatuhkan kedua pemimpin di kota Parepare, dari pada masyarakat, karena sejumlah kelompok yang melakukan mediasi keduanya namun tidak bisa terlaksana. Itu karena keduanya saling melakukan pembenaran masing-masing.
Perlu diketahui, wakil walikota, Faisal Andi Sapada (FAS) awalnya dulu mau kosong satu di kota Parepare, tapi karena Gubernur merekomendasikan ke Taufan Pawe (TP) melalui partai Golkar maka FAS harus mengikuti apa pendapat Syahrul waktu sebelum maju pilwali.

Kesepakatan itulah dilakukan keduanya di depan Gubernur, untuk tetap menjadi satu paket, TPFAS, dimana semua tupoksi sesuai dilaksanan, tapi ternyata pengakuan FAS bahwa dirinya ditinggalkan, sedangkan pengakuan TP sebagai ahli hokum bahwa dia akan memperbaiki dulu kota ini yang sudah mengalami disclaimer dua kali maka secara hokum harus diperbaiki tanpa ada kepentingan diri sediri atau kelompok. Itulah menjadi masalah ini rumit karena FAS merasa tidak dilibatkan.

Lanjut, Tanwir,  NU tetap netral menyikapi masalah kedua pemimpin yang tidak harmonis ini, solusinya tak lain Gubernur Sulsel harus mengudang atau memanggil keduanya untuk dipertemukan. Dan tupoksi harus mengacu pada Undang-undang bukan suka atau tidak suka”semua punya alasan pembenaran menurut proporsinya, diminta keduanya jangan tunduk pada pendukung masing-masing, tapi keduanya harus bersikap bijak untuk memajukan kota Parepare, kalau tidak harmonis maka rakyat hanya mengurus pemimpinnya bukan pemimpin yang mengurus rakyatnya,”jelasnya.

Kuncinya, Kata Tanwir, keduanya tau diri masing-masing, pendukung dan kelompok setiap pemimpin harus mengetahui tupoksinya,”kunci menyelesaikan masalah ada pada Gubernur, kita ini tidak didengar apalagi masayarakat, yang kami minta adalah janji politiknya kepada masyarakat harus dilaksanakan,”tuturnya. (smr)

Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer