Home » » Walikota Jumpa Pers dan Curhat Ke Wartawan

Walikota Jumpa Pers dan Curhat Ke Wartawan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 24 Juli 2014 | 9:58 PM



Kabarsulawesi.com – Parepare :  Banyak sorotan terhadap diri walikota baik melalui media cetak, elektronik maupun media social yang lebih parah lagi dimana dirinya difitnah sebagai walikota “pembohong”, dijaring social lebih banyak menyerang walikota secara individu. Kalau di media cetak hanya persoalan dirinya dengan wakil walikota yang tidak harmonis.

Walikota Parepare, H.M Taufan Pawe, saat konfrensi pers di carlos, Rabu (23/7) malam, mengatakan, sebagai walikota harus bersabar dan menerima hal semua ini, karena sebagai pelayan masayarakat dan selaku walikota harus menerima reziko.

Taufan pawe baru merasakan caci makian dan fitnahan bertubi-tubi terhadap dirinya setelah menjadi walikota, tidak seperti waktu dirinya selaku pengacara tidak satupun orang yang menghinanya karena kapan menghina dirinya maka pasti akan dilaporkan secara pidana.”sebagai walikota itulah yang harus diterima, yang jelas saya tidak akan melaporkan rakyatku hanya karena mereka tidak puas terhadap apa yang saya janjikan,”jelasnya.

Taufan curhat kepada wartawan media harian dan elektronik, tentang janji-janji politiknya akan tetap ditepati tapi butuh waktu untuk memperbaiki pemerintah ini dengan baik, dan tak lupa teman-teman medialah yang bias membantunya selama ini,”jadi jangan tinggalkan aku kesendirian,”kata walikota kepada wartawan agar jangan tinggalkan dirinya memimpin kota ini tanpa bantuan dari media.

Keberhasilan dan kesuksesan serat kancuran dalam mengelolah pemerintahan ini itu terletak dari teman-teman media, untuk itu, siapa lagi yang membantu walikota untuk menjelaskan kepada masyarakat kalau bukan teman-teman media.

Seperti mengenai keterlambatan proyek belum ditender, kata Taufan itu sengaja dilakukan karena ingin melihat pembangunan itu berkualitas, dimana walikota minta kepada rekanan dan konsultan untuk menyakinkan dirinya agar pembangunan itu bias difungsikan tanpa ada kekurangan, salah satu contoh pasar UKM dan Kuliner dibangun mewah tapi tidak dimanfaatkan sangat mubazzir, belum lagi proyek jambang yang dibangun tanpa ada sumber mata air di wilayah jambang itu maka pasti mubazzir,”bagaimana orang mau BAB kalau tidak ada air, ini yang tidak dipikirkan sebelumnya,”jelasnya.

Selain proyek pasar  UKM, Kuliner dan Jambang, juga proyek pasar Lakessi yang selama ini selalu bermasalah dimana awlanya sudah bermasalah, mestinya perencanaan lebih matang dalam membangun hal ini jangan asal membangun dengan menguntungkan rekanan tapi hasilnya ke masyarakat tidak bermanfaat seperti sekarang ini dirasakan masyarakat soal lods tidak sesuai keingiannay dan listrikpun juga bermasalah.

Jadi, kata taufan, pemerintahan memang butuh seni mengelolanya tapi itulah dinamika sebagai walikota untuk memperbaiki system yang sudah rusak sebelumnya, sebagai latar belakang hukum, ia harus hati-hati dalam mengambil keputusan, Taufan tidak mau kalau salah melangkah akhirnya masuk ranah hukum,”jadi semua butuh proses dan harus memperbaiki system sekarang ini, itulah reziko saya selaku walikota dimana banyak caciang, banyak kritikan dan sorotan secara indvidu tapi tetap sabar untuk mengelolah pemerintahan ini, yang jelas teman-teman media harus bantu saya untuk mewujudkan janji-janji politik saya selama ini,”jelasnya. (smr)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer