Home » » Ada Pungli Oknum Imigrasi Parepare Melalui Jasa Calo ?

Ada Pungli Oknum Imigrasi Parepare Melalui Jasa Calo ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 21 Agustus 2014 | 3:00 AM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Dugaan pungli dilingkungan kantor Imigrasi kelas II Kota Parepare mencuak. Sejumlah pihak menilai, adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum2 pihak dikantor tersebut melalui jasa "calo" yang bekerja sama dengan pegawai kantor. 

Sebagai lahan atau tempat memungut biaya, calo bekerja sama dengan pihak administrasi, melalui jasa pengurusan penerbitan pasport dari warga Pemohon. Dari kepengerusan terbitnya pasport itu, kemudian oknum Calo diduga meminta biaya lebih diluar dari ketentuan yang berlaku, mulai dari, Rp 1 juta hingga Rp 1 juta lebih. Sementara itu, kepala Imigrasi kel II Parepare, Andi Pallawarukka, membantah, jika adanya calon yang beroprasi dilingkungan wilayah kerjanya selama ini. Menurut dia, selama ini pihaknya hanya mempekerjakan kurang lebih 15 orang biro jasa diluar pegawai tetap, untuk memudahkan warga yang akan bermohon penerbitan pasport. 

 "Tidak ada itu "calo". Yang ada hanya biro jasa yang membantu warga untuk penerbitan pasport dikantor kami. Lagipula mereka resmi dari kementrian,"dalih dia. Ia menyebut, sesuai dengan ketentuan yang ada, penerbitan pasport dikenakan biaya Rp 225 ribu, sedangkan ditahun ini naik sampai Rp 355 ribu. "Kita sudah sesuai dengan ketentuan, yang mana pemohon dikenakan biaya Rp 225 ribu pada tahun lalu, saat ini naik menjadi Rp 355 ribu,"sebut dia. Hanya saja kata dia, jika melalui biro jasa, tentu diatas dari biaya tersebut. 

 "Kita sudah ingatkan para biro jasa agar tidak memungut biaya terlalu tinggi dari ketentuan yang berlaku. Kami juga sampaikan kepada wara pemohon agar memilih melalui pengerusan secara lansung,"ucap dia. Ditempat lain, salah satu Aktifis yang ada di Parepare, Agussalim menganggap pernyataan yang dikatakan oleh kepala Imigrasi tersbut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dialapangan. 

"Memang kalo ditanya jawabannya sesuai dengan prosudur, namun jika kita lihat yang terjadi dilapangan justru pembayaran yang diminta oleh jasa biro atau calo itu sampai jutaan rupiah,"ucap Agus. 

Dari pantauan, setiap kepengurusan pasport melalui jasa calo dapat terbit dalam 1-2 hari, sementara yang non calo baru dapat terbit seminggu kemudian. Agus menambahkan, dirinya memiliki bukti dilapangan, adanya warga yang menjadi korban membayar lebih saat mengurus pasport diluar ketentuan. Ditempat lain, kepala Kantor Imigrasi Kota Makasar, Tegas Hartawan mengatakan, pengurusan penerbitan paspor diwilayahnya tidak menerapkan sistem pembayaran melalui rek Bank. 

 "Kalo ditempat kami tidak ada yang namanya pungutan lebih dari ketentuan itu, karena sistem kami pembayaran melalui rek bank,"kata dia. Melalui via sellulernya. 

Kepada Wartawan, Tegas mengungkapakan jika biro jasa juga ada diwilayahnya, namun dirinya tidak menjamin jika terdapat biro jasa elelgal atau "Calo". "Biro jasa yang resmi juga ada ditempat kami, namun tidak diperkenangkan meminta biaya diluar ketentuan. Kami awasi mereka, namun kami tidak menjamin adanya oknum yang tidak beryanggungjawab,"tandas dia. (her)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer