Home » » Caleg PDIP Terpilih Tapi Tidak Masuk DCS Diprotes

Caleg PDIP Terpilih Tapi Tidak Masuk DCS Diprotes

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 15 Agustus 2014 | 8:57 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Sejumlah pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kota Parepare memprotes keabsaan nomor urut 6, Apriyani Djamaluddin yang merupakan caleg terpilih diwilayah dapil I kecamatan Soreang, Kota Parepare. Pasalnya, Apriyani dinyatakan tidak masuk daftar calon sementara (DCS) yang masuk hanya Rismayanti caleg nomor urut 6 yang digantikan oleh Apriani tanpa melalui prosedur aturan partai. Bahkan Apriyani tidak mengikuti persyaratan DPP PDIP melalui surat ketetapan bernomor 061/TAP/DPP/III/2013, tertanggal 6 Maret, 2013. 

Pelanggaran yang dilakukan Apriyani ini terdapat pada point 2.1 huruf a dimana Apriyani caleg terpilih gugur dengan sendirinya karena tidak melalui prosedur hukum berlaku, termasuk tidak didaftar DCS dan langsung DCT yang ditetapkan oleh KPUD pada masa Hamran Hamdani. Hal ini dikatakan Plt PAC PDI Perjuangan wilayah Soreang, Andi Sudirman Parenrengi. 

Sudirman menegaskan, bilamana penguru DPC PDIP Kota Parepare, mengakomodir Apriyani untuk dilantik di DPRD nantinya, maka pengurus PAC Soreang bersama pengurus PAC Lainnya akan melakukan somasi kepada ketua PDI Perjuangan, H Halim Ambo Dalle. Ia menilai banyak permainan dilakukan ketua DPC PDI Perjuangan mulai masalah soal dana partai tidak transparansi hingga pada pencalegkan yang tidak sesuai prosedur berlaku, yang sangat merugikan para caleg dan pengurus lainnya.”kalau ini diakomodir maka kami akan melakukan mosi tak percaya kepada ketua kami,”jelasnya. 

Hal senada diungkapkan, Siradz Sapada yang juga mantan caleg PDI Perjuangan dapil I Soreang, mengatakan, dalam pencalegkan di PDI P khususnya diwilayah soreang, ada permainan yang dilakukan ketua dengan caleg nomor urut 6 Apriayani, pasalnya banyak regulasi yang dilanggar, sesuai surat ketetapan DPP PDI Perjuangan nomor 061/TAP/DPP/III/2013.

”Saya selaku caleg peraih suara ketiga di dapil I kecamatan Soreang sangat menyesalkan adanya permainan dilakukan oleh ketua PDI Perjuangan, Halim Ambo Dalle dengan Apriyani yang bisa meloloskan Apriyani ke DCT padahal tidak pernah melalui DCS, dan ini ada keterlibatan dengan pengurus mantan KPUD Parepare era Hamran Hamdani,”jelasnya singkat. Siradz akan melakukan upaya-upaya hukum dan mosi tak percaya baik di tingkat daerah, provinsi hingga pada ketingkat pusat, “ini dilakukan demi menyelamatkan PDI Perjuangan di kota ini, karena kamilah yang memberikan kontribusi ke PDI Perjuangan sehingga bisa mencapai satu fraksi,”jelasnya. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Parepare, H Halim Ambo Dalle melalui ketua tim penjaringan pencalegkan PDI Perjuangan, Asrul Hamid, membenarkan jika Apriyani tidak terdaftar di DCS tapi terdaftar di DCT. Ia menjelaskan, dimana saat itu, Rismayanti nomor urut 6 yang terdaftar DCS akhirnya mundur dari pengcalegkan karena alasan mau melanjutkan studynya, sehingga pengunduran itu diteruskan ke KPUD Parepare. KPUD Parepare waktu itu menyurat ke pengurus PDI Perjuangan agar segerah melakukan pengantian untuk memenuhi kouta perempuan, maka Asrul langsung melakukan pergantian dimana Apriyandi Djamaluddin gantikan Rismayanti dan itupun disetujui KPUD Parepare saat itu. 

“Jadi karena saya segera melakukan pergantian Rismayanti maka kami tunjuk Apriyani atas persetujuan ketua dan sekretaris PDI Perjuangan kota Parepare tanpa melalui proses rapat internal PDI Perjuangan karena saat itu sudah didesak oleh KPUD tersebut,”jelasnya. 

Mengenai soal somasi untuk ketua, Ia tidak bayak berkomentar, yang jelas, itu hak pengurus melakukan somasi sepanjang memberikan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan ketua tersebut,”soal somasi saya tidak bisa menanggapi dan kami siap menerimanya,”jelasnya singkat. (smir)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer