Home » » Dua Orang Tuding Supir Wawali Terima Uang Rp. 30 juta ?

Dua Orang Tuding Supir Wawali Terima Uang Rp. 30 juta ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 25 Agustus 2014 | 5:37 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Terkait dugaan pungli penerimaan CPNSD Kategori II, sopir wawali Parepare, Suhardiman Purnomo atau yang dikenal akrab Nomo membantah jika dirinya terlibat dan mengetahui soal dugaan pungutan liar (Pungli) terkait penerimaan CPNSD kategori II. Bahkan Nomo tidak mengenal namanya Anto terkait kuitansi yang beredar itu.

”Saya tidak tau masalah kuitansi itu, saya tidak kenal Anto.” kata Nomo sebelumnya. 

Pernyataan nomo ini dibantahkan oleh dua saksi yang terlibat dalam transaksi dana penerimaan CPNSD tersebut, keduanya angkat bicara yaitu, Asrianto staf PNS Dinas Perindagkop dan UKM dan Sinaruddin staf honorer K2 dinas perhubungan kota Parepare, dihubungi Senin (25/8) kemarin secara terpisah. 

Menurut, Anto—sapannya asrianto—menceritakan kronologis kasusnya, dimana H Halimin memberikan uang kepada dirinya sebesar total Rp. 45 juta dengan dua tahap, tahap pertama diterimanya pada tanggal 1 januari 2013 sebesar Rp. 20 juta dan tahap kedua diterimanya pada tanggal 24 Nopember 2013 senilai Rp, 25 juta. 

Anto lalu serahkan uang Halimin ke Sinaruddin untuk diserahkan ke Nomo (supir wawlai), agar segera di jadikan PNS anaknya Halimin bernama Sukardi staf honorer bagian distribusi pasar dinas Perindagkop dan UKM. Sinaruddin lah memberikan langsung kepada Nomo, namun hanya sampai sekitar Rp. 30 juta diterima Nomo, sisanya diambil Sinaruddin termasuk feenya mengurus, sedangkan Anto hanya menerima Rp. 4 juta dari dana tersebut.

”Jadi saya dekat pak Halimin untuk urusa anaknya jadi PNS bernama Sukardi, maka saya melalui SInaruddin yang mengaku dekat sekali dengan supir wawali, dan uang itu dua kali penyerahan,”kata Anto. 

Lanjutnya, penyerahan itu dilakukan kepada Sinaruddin untuk diserahkan ke Nomo dua kali penyerahan, dan itupun penyerahan dilakukan pada acaranya mantan perhubungan Andi Ajile tinggal dilumpue itu disaksikan juga Sinaruddin. Dana uang diambil Halimin untuk mengurus anaknya Sukardi sebesar Rp. 45 juta, tiba di tangan Nomo hanya Rp. 30 juta, sedangkan sisanya diambil Sinaruddin Rp. 11 juta, dan Dia hanya terima Rp. 4 juta.

”Tapi karena tidak lolos PNS tahun ini, maka saya langsung meminta uang itu ke Nomo agar dikembalikan, dan akhirnya Nomo kembalikan Rp. 30 juta dengan dibayar dua kali, saya kasih kembali ke Halimin sebesar Rp. 15 juta sisanya saya pinjam, jadi nanti uang bank saya keluar baru saya kembalikan semua karena saya yang bertanda tangan di kwitansi,”kata Anto kepada wartawan. 

Terpisah, Sinaruddin juga akui jika ada uang diserahkan Anto kepada dirinya lalu diserahkan ke Purnomo alias Nomo untuk pengurusan honorer K2 agar lulus jadi PNS tahun ini tapi karena tidak jadi maka akhirnya rebut. Sinaruddin membantah jika ada uang sebesar Rp. 11 juta diterimanya, hanya dia terima sebesar Rp. 1 juta sebagai fee pengurus tersebut. 

”Jadi saya tidak terima uang sebesar itu, kalau Nomo terima Rp. 30 juta itu saya akui karena dana itu dari Anto lalu saya saksikan uang itu diserahkan ke Nomo di Lumpue waktu itu.” jelasnya. 

Mengenai sisanya, kata Sinaruddin, itu urusan Anto dengan Nomo dimana dialah lebih tahu masalah ini. ”Saya hanya mediasi Anto dengan Nomo dan menyaksikan uang itu diterima Nomo yang terbungkus amplop.” kata Sinaruddin. Sinaruddin siap jadi saksi atau dipertemukan antara dirinya dengan Anto dan Nomo terkait masalah ini. 

” Saya tidak tau siapa suruh nomo yang jelas kami tahu dia dekat dengan wawali, Faisal Andi Sapada, karena supirnya.” katanya singkat. Sinaruddin menambahkan bahwa dirinya punya bukti kwitansi penerimaan uang sebesar Rp. 30 juta kepada Nomo yang ditandatangani nomo sendiri. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer