Home » » Empat Fraksi DPRD Parepare Sepakat Bahas APBD Perubahan 2014

Empat Fraksi DPRD Parepare Sepakat Bahas APBD Perubahan 2014

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 21 Agustus 2014 | 10:09 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Empat fraksi DPRD Kota Parepare menyepakati Anggaran Pendapatan Belnja Daerah Perubahan (APBD-P) 2014 yang diserahkan oleh pihak eksekutif untuk dibahas, diparipurnakan, Kamis (21/8) di ruang paripurna DPRD Parepare. 

Keempat fraksi DPRD saat memberikan pandangan fraksinya mengatakan bahwa APBD Perubahan harus segerah dibahas agar tidak terlambat lagi dibahas APBD pokok 2015. Juru bicara fraksi Persatuan Rakyat (Perak), Jumiati, perubahan anggaran harus sesuai dengan data base, perubahan anggaran setiap SKPD maka harus melakukan manajemen yang baik, penggunaan anggaran harus sesuai sasaran kepentingan masyarakat. 

Lanjut, Jumiati, setiap SKPD harus berinovasi dalam merealisasikan anggaran tersebut, penggunaan dana harus transparan baik dana APBN pusat, APBD provinsi maupun APBD kota Parepare. Teruma soal pelayanan kesehatan, yaitu jamkesda, maka dinas kesehatan atau RSU Andi Makaksau menggangarkan dana jamkesda harus tepat sasaran dan memberikan hak-hak pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkannya.”pelayanan kesehatan harus diproritaskan untuk kepentingan masyarakat kota Parepare, fraksi perak mendorong untuk pelaksanaan anggaran ini untuk mewujudkan kepentingan masyarakat,”tuturnya. 

Menurut, Juru Bicara (jubir) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M. Aris Arsyad, juga mendukung APBD perubahan dibahas secepatnya agar roda perekonomian tidak terhambat di kota ini. APBD Perubahan yang dibahas ini harus sesuai kemampuan keuangan daerah. Fraksi PKS kesempatan ini memberikan saran dan pendapat, yaitu masih dijumpai anggaranya setiap SKPD kurang proritas sehingga terjadi pergeseran, ini perlu dicermati agar tidak menghabiskan anggaran tanpa bernfaat. APBD P masih bertumpuk pada PAD, karena PAD memberikan kemampuan yang cukup untuk program tersetntu, tapi masih minim sumber PAD, kalau perlu PAD yang membebani masyarakat tapi mencari sumber PAD lain.”diminta PAD harus transparansi jangan ada lagi kebocoran PAD yang sekarang ini terjadi,”jelas Aris. 

Sedangkan menurut, Fraksi Golkar, Safri Tajuddin, nota ksepakatan dan plapon anggaran APBD Perubahan 2014 dapat menampung kegiatan program yang dilaksanakan, penyusuan anggaran yang bermanfaat dan melaksanakan program yang sementara berjalan. Lanjut, jubir Fraksi Golkar ini, mengatakan, menerima dan menyetujui anggaran APBD Perubahan untuk dibahas pada tingkat selanjutnya, demi keptingan masyarakat, hanya saja kendalanya biasa terjadi soal data dari ekseklutif dan legislatif sangat berbeda sehingga tidak terjadi transparansi, dan ini perlu disamakan persepsi demi kepentingan masyarakat kota Parepare.”Fraksi Golkar menerima membahas masalah APBD perubahan ini,”jelasnya. 

Sementara, Juru Fraksi P2BD, Fadli Agus Mante, mengungkapkan bahasa trakhir mengenai fraksinya sebelum dilantik anggota baru nantinya yang akan segera dilaksanakan awal september pekan depan. Untuk itu Fraksi P2BD lebih banyak mintah maaf kepada pihak eksekutif dan legislatif serta masyarakat atas selama lima tahun berdirinya fraksi ini dapat terjadi ketersinggungan maka Fraksi memohon maaf. 

Mengenai APBD Perubahan 2014 ini dibahas, kata Fadly, perubahan APBDP mengalami perubahan kenaikan sebesar 49 persen jika dibandingkan APBD pokok, kenaikan di perubahan anggaran ini sangat signifikan naiknya. Lanjut, Fadly, perubahan APBD harus obyektif dan berkualitas, agar tidak terjebak etos retorika belaka, tapi butuh transfaransi agar masyarakat lebih memahami bahwa anggaran APBD perubahan dapat bertujuan untuk kepentingan masyarakat.”setiap SKPD masih kurang memahami tentang pengelolaan keuangan sehingga banyak terjadi kekeliruan yang harus diperbaiki,”jelasnya singkat. (smr) 


Toko Buku Online
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer