Home » » Kejaksaan Siap Usut Kasus beredarnya Kuitansi Dugaan Pungli

Kejaksaan Siap Usut Kasus beredarnya Kuitansi Dugaan Pungli

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 26 Agustus 2014 | 8:43 AM

Kabarsulawesi.com – Parepare ; Mencuatnya kuitansi di Facebook mengenai kasus dugaan pungutan liar (pungli) honorer kategori 2 untuk dijadikan pegawai negeri sipil (PNS) di kota Parepare, membuat sejumlah LSM akan melaporkan hal tersebut ke pihak penyidik kepolisian atau kejaksaan kota Parepare. 

Kedua LSM kota Parepare yaitu Benteng Ampera dan LMR-RI telah mengumpulkan data-data dan bukti terkait kuitansi yang beredar di facebook yang menjurus ada dugaan keterlibatan supir wakil walikota (Wawali), Faisal Andi Sapada, Suhardiman Purnomo alias Nomo. Bahkan ironisnya, dua saksi dari dinas perindagkop dan UKM, Asrianto dan Staf Honorer K2 Dishub Parepare, Sinaruddin siap jadi saksi jika dibutuhkan dalam penyidikan kejaksaan atau kepolisian mengenai keterlibatan Nomo dalam memungut biaya penerimaan honorer K2 sebesar Rp. 45 juta untuk dijadikan PNS tahun ini. 

Bukan saja Sukardi yang menjadi korban pungli Honorer K2 untuk dijadkan PNS oleh supir wawali, tetapi banyak korban lainnya, sesuai pengakuan Sinaruddin kepada wartawan. 

Ketua LSM Benteng Ampera, Muhammad Fihir, menegaskan, sudah ada bukti kuitansi, ada korban dan ada saksi, maka kasus ini layak diteruskan proses hukum dan harus dituntaskan karena sangat merugikan masyarakat. 

Seorang supir wawali yang juga masih kategori II berani melakukan pungli dan mengambil uang korban untuk diiming-iming jadi PNS, dan perlu ditelusuri keberaniannya apakah ada kaitannya dengan Wakil Walikota, Faisal Andi Sapada atau hanya perbuatan oknum supir wawali saja yang ingin mengambil kesempatan karena dekat dengan wakil walikota. Fihir, rencana akan melaporkan ke kejaksaan kasus ini, sesuai bukti-bukti dan keterangan para saksi yang dikumpulkannya saat melakukan investigasi dilapangan,”jadi kami akan melaporkan kasus dugaan pungli yang diduga ada keterlibatan Suhardiman Purnomo yang juga supir wawali kota Parepare,”tegasnya. 

Hal senada diungkapkan, Ketua LMR-RI kota Parepare, H Guntur Paroki, bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan, sesuai penelusuran LMR-RI dilapangan dan hasil wawancara para saksi-saksi dan bukti kuitansi beredar terkait kasus dugaan pungli honorer kategori II untuk diloloskan jadi PNS maka dinyatakan lengkap dan harus ditindak lanjuti ke ranah hukum. 

Adanya pernyataan kedua saksi menyebut nama supir wawali terima uang sebesar Rp, 30 juta dan mengaku sudah dikembalikan karena tidak meloloskan PNS bernama Sukardi, maka itu sudah masuk perbuatan melanggar hukum karena sudah melakukan perbuatan. 

LMR-RI segera melaporkan hal ini ke pihak kejaksaan dan bahkan siap mendukung masyarakat atau siapapun yang melaporkan hal ini,”jadi kita mau tau apakah ini modus melibatkan wawali atau hanya oknum supir saja terlibat tanpa sepengetahuan wawali dan ini harus di cros cek dulu sama wawali kebenarannya,”jelasnya. 

Terpisah, Kejari Kota Parepare, Irwan Sinuraya, berjanji akan menindak lanjuti kasus dugaan kuitansi pungutan honorer kategori II yang beredar di masyarakat dan sudah diributkan di Koran dimana suda menjadi petunjuk untuk kami memulai penyelidikan suatu kasus. 

 Irwan Menegaskan, kasus dugaan pungli honorer K2 untuk di loloskan PNS yang diduga melibatkan orang dekat wawali, maka perlu disikapi dengan serius, apakah ada keterlibatan wawali atau hanya oknum supir saja yang melakukannya.”jadi adanya keributan atau mencuat di media kasus dugaan tindak pidana kategori II ini untuk diloloskan PNS maka pihak kami akan segera menindak lanjuti,”kata Irwan Sinuraya. 

Ia (irwan, red) akan memerintahkan kasi intelejen kejaksaan untuk melakukan full data atas munculnya kasus ini,”Ini salah satu pintu untuk masuk kasus seperti ini, mungkin saja banyak yang jadi korban, selain ini, kuitansi yang beredar itu sudah ada ditangan kami,”tuturnya singkat. (smr)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer