Home » » Lampu Pasar Lakessi Segera Menyala Pakai KWH Pembanding

Lampu Pasar Lakessi Segera Menyala Pakai KWH Pembanding

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 28 Agustus 2014 | 3:37 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Persoalan tunggakan listik Pasar Semi Moden Lakessi Parepare akhirnya menemui titik terang. Ini setelah Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe melakukan pertemuan dengan pimpinan PLN Cabang Parepare, di Kantor PLN, Selasa, 26 Agustus. Taufan menyatakan sengaja dirinya berkunjung ke kantor PLN yang beralamat di Jalan Veteran itu, untuk memperlihatkan keseriusan pemerintah kota dalam mengatasi kebuntuan penyelesaian tunggakan listik di pasar terbesar di kawasan Ajatapareng tersebut. 

“Saya dengan kewenangan yang ada sama saya, sebenarnya bisa saja saya memanggil Kepala PLN, tapi itu tidak saya lakukan, saya pikir lebih baik saya yang datang,” terang Taufan. Taufan tiba di Kantor PLN sekitar pukul 12:05 dan langsung disambut Manager PLN Area Parepare, H Hayyong Kadir. 

Taufan datang bersama Plt. Sekda Kota Parepare, Mustafa Mappangara, Asisten Bidang Ekbang dan Kesra, H, Amir Lolo dan Inspektur Kota Parepare, Husni Syam. Taufan menegaskan, pemerintah kota tak pernah tinggal diam dalam menyikapi persoalan listik di Pasar Lekessi. Persoalan tunggakan listik di pasar tersebut, kata dia, tidak terlepas dari tanggung jawab sistem yang ada. Terkait ini Taufan menjanjikan dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi terhadap manajemen pengelolan pasar. 

“Saya harus mengevaluasi apa yang salah, apa yang keliru,” tegas dia. Ia mengungkap, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masalah listik Pasar Lakessi, dirinya selaku Wali Kota telah beberapa kali menelepon pimpinan PLN Parepare, guna meminta tolong agar ada pengenaan dispensasi pembayaran tunggakan listik di pasar tersebut. 

“Jujur saya katakan sudah sampai empat kali saya minta Pak Hayyong agar supaya diselamatkan keadaan di sana. Terakhir beliau lagi terbaring di rumah sakit, tetapi saya tetap ganggu saya mintai tolong dan beliau langsung menyikapi dan merespon permintaan saya,” katanya. 

Hanya saja, kata Taufan, dirinya tidak mungkin setiap saat terus-menerus minta tolong dalam mengatasi persoalan listik Pasar Lakessi. Harus ada, kata dia, solusi permanen terhadap penyelesaikan masalah tersebut. Pemerintah Kota Parepare dan PLN pun akhirnya menyepakati menggunakan metode kwh pembanding . Metode ini dinilai mengandung asas keadilan dibanding sistem yang diterapkan selama ini. Rencananya, kwh pembanding ini akan ditempatkan di setiap kawasan lods, sehingga memudahkan estimasi atau perkiraan pemakaian listik setiap lods. 

Dengan sistem ini, para pedagang akan dikenakan tagihan listik berdasarkan besaran pemakaian. Selama ini antara pedagang yang memiliki satu lods dan lebih dikenakan tagihan yang sama, sehingga memunculkan keributan sesama pedagang. Ini karena struktur instalasi listik di pasar yang mulai dibangun tahun 2006 itu, dari awal hanya menggunakan satu box meteran listik dengan jumlah pengguna yang mencapai ribuan orang. Manager PLN Area Parepare H Hayyong Kadir, mengatakan, dirinya tidak mungkin memenuhi tuntutan sejumlah pihak agar PLN memasang satu meteran listik di setiap lods. 

 Desakan ini dinilai tidak realistis, karena dari sisi teknis sulit, begitu juga dari sisi regulasi. Tanggung jawab PLN kata Hayyong, jelas, yaitu dari tiang listik sampai meteran. Ini yang tertuang dalam kontrak dengan Pemerintah Kota Parepare. Selain itu, Pasar Lakessi secara konstruksi hanya satu box meteran yang disatukan ke setiap lods. “Olehnya itu, alternatif yang kita berikan adalah kwh pembanding. Setiap group lods ada KWH meter, dan tidak perlu dibangun jaringan ke dalam, yang dipakai adalah instalasi yang sudah ada,” terang Hayyong. 

Hanya saja, system ini kata dia, membutuhkan satu pengelolaan manajemen dalam internal pasar. Ia menawarkan proses pengelolaannya meniru sistem pengelolaan pasar di Sengkang Kabupaten Wajo. “Di sana dikelola oleh koperasi pasar. Jadi ada orang yang dipekerjakan untuk mencacat pemakaian setiap blok lods. Inilah pendekatan-pendekatan yang kita tawarkan, yaitu kwh banding tanpa harus merubah konstruksi,” katanya. 

Ia juga menjelaskan bahwa metode tersebut tidak dikerjakan oleh pihak PLN, namun harus diserahkan ke pihak instalator (pihak ketiga) karena sifatnya berada dalam gedung. Namun demikian, Hayyong menjanjikan PLN siap menjadi konsultan. Rencananya, metode baru ini akan segera ditawarkan kepada para pedagang melalui Kerukunan Keluarga Pasar (KKP) Lakessi. Jika mereka setuju akan segera direkomendasikan oleh pemerintah kota, sehingga bisa mengejar limit jatuh tempo waktu masa tunggakan berikutnya yang disebutkan tanggal 1 September. (mir)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer