Home » » Listrik Di Segel Pedagang Pasar Lakessi Demo PLN dan DPRD

Listrik Di Segel Pedagang Pasar Lakessi Demo PLN dan DPRD

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 26 Agustus 2014 | 7:34 AM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Masalah penyegelan pasar lakessi yang tak kunjung tuntas membuat para pedagang geram. Ratusan pedagang nekat mendatangi dan berunjuk rasa di kantor PLN dan DPRD Kota Parepare, Senin, 25 Agustus. 

Para pedagang menuntut PLN dan pemerintah untuk memberikan solusi terkait masalah tersebut. Namun, bukannya memberikan solusi, tiga pihak terkait, masing-masing Pemerintah Kota Parepare, DPRD dan PLN justru saling tuding. Sejatinya, tuntutan para pedagang agar listrik segera diaktivkan kembali. Terkait masalah pembayaran, para pedagang mengaku siap. 

"Kami ini pedagang, kami punya uang. Kami mau listrik secepatnya dinyalakan," ungkap Anto dihadapan anggota Dewan. Para pedagang juga menuntut agar diberikan solusi secepatnya. Termasuk permintaan pedagang untuk diberikan meteran sendiri. "Kami mau agar pemerintah secepatnya menyelesaikan masalah ini. Sudah 15 hari kami merugi pak. 

Tidak ada pembeli," sebut Gamar Sain, salah satu pedagang. Menanggapi tuntutan warga, pihak PLN mengaku siap membantu para pedagang. Salah satunya dengan memberikan meteran pembanding untuk masing-masing los. "Hanya saja, karena pasar ini milik pemkot, maka pemkot yang harus mengajukan permintaan," jelas Manager PLN Area Parepare, Hayong Kadir dihadapan para pedagang yang memadati kantornya. 

Terkait dengan penyambungan kembali, Hayong menyarankan agar pihak terkait untuk segera menyelesaikan tunggakan. Selanjutnya, pihak PLN siap memfasilitasi penggunaan meteran pembanding untuk mempermudah perhitungan pemakaian. "Tapi, pemerintah harus bersurat dulu. Kalau ada jaminan dari walikota, kami akan sambung kembali. Dan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Kita sisa menunggu telepon walikota," lanjut dia. 

Namun, tanggapan berbeda di sampaikan sejumlah legislator, saat menemui para pedagang yang melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Kota Parepare. Dewan justru menuding PLN yang tidak pernah merespon usulan dan permintaan pemerintah. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi 1, Kaharuddin Kadir dan Ketua Komisi 3, Minhajuddin Ahmad. Kedua legislator asal Partai Golkar ini bahkan menegaskan telah mengkomunikasikan masalah ini dengan pihak PLN. 


Amran Ambar
"Justru kami yang mengusulkan agar PLN memberikan meteran untuk masing-masing los. Tapi saran ini ditolak oleh pihak PLN," jelas Kaharuddin. Pun dengan permintaan walikota yang tidak pernah di respon positif oleh PLN. Pihak dewan pun sudah mendesak walikota untuk segera menuntaskan masalah tersebut. "Kami bersama walikota sudah berkali-kali meminta kepada PLN untuk memberikan kebijakan. Tapi tidak pernah direspon. Bahkan komunikasi yang kami bangun justru mentok," sambung Minhajuddin. 

Namun, kedua legislator ini berjanji untuk segera melakukan pertemuan dengan PLN perihal tuntutan pedagang. Pun dengan desakan terhadap pemerintah untuk memfasilitasi para pedagang. "Kami harap agar segera dibentuk KKP. Ini agar ada yang bisa mewadahi para pedagang," ungkap Minhajuddin kepada para pedagang. 

Sebelumnya, tanggapan senada turut disampaikan Walikota Parepare, HM Taufan Pawe. 

Kepada wartawan, Taufan mengaku sudah berulang kali meminta kepada PLN untuk memberikan kebijakan. "Tapi tidak pernah direspon," tegas Taufan. Pernyataan Taufan pun diperkuat dengan bukti surat yang disampaikan Dinas Perindagkop dan UKM Kota Parepare. 

Surat tersebut terkait dengan permintaan pemerintah agar PLN melakukan pemasangan instalasi listrik per los. "Kami ajukan surat bulan April. Dan di bulan yang sama, PLN justru membalas surat yang menyatakan penolakan terhadap permintaan kami," sebut Kadis Perindagkop dan UKM Kota Parepare, Amran Ambar. 

Bukan hanya surat itu, kata Amran, ada beberapa surat yang diajukan namun tidak ditanggapi positif oleh PLN. Semuanya berkaitan dengan masalah listrik plasar Lakessi. Aksi unjuk rasa para pedagang sebelumnya dilakukan di depan Pasar. Seluruh los ditutup. Tidak satupun yang melakukan aktivitas dagang. (mr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer