Home » » Menunggak Ratusan Juta Listrik Pasar Lakessi Di Segel

Menunggak Ratusan Juta Listrik Pasar Lakessi Di Segel

Written By Redaksi kabarsulawesi on Sabtu, 16 Agustus 2014 | 2:30 AM

kabarsulawesi.com – Parepare : Dua bulan menunggak, listrik Pasar Lakessi akhirnya disegel oleh pihak PLN. Jumlah tagihannya pun mencapai Rp110.889.293. Penyegelan dimulai dimulai sejak 13 Agustus lalu. Namun puncak pemutusan aliran listrik PLN ini berlaku sejak, (14/8). 

Informasi yang diperoleh, pengelola pasar belum melakukan pembayaran listrik selama dua bulan. Terhitung sejak Juli hingga Agustus ini. Supervisor Administrasi PLN Cabang Parepare, Maskur membenarkan hal ini. Keputusan PLN melakukan penyegelan tak lepas dari dua bulan tunggakan. "Kami terpaksa segel. Pasar semi moderen menunggak tagihan lsitrik selama 2 bulan," jelas dia. 

Akibat penyegelan itu, ratusan pedagang pasar terpaksa harus berjualan tanpa pasokan listrik. Praktis kondisi ini turut mempengaruhi aktivitas dagang. Para pedagang mengaku sudah melakukan pembayaran kepada pengelola. 

Ahmad adalah salah satunya. Pedagang pakaian ini mengaku selalu tepat waktu melakukan pembayaran iuran listrik kepada pengelola, beserta dengan ratusan pedagang lainnya yang ada di pasar semi modern ini. "Kami bersama ratusan pedagang tidak pernah menunggak tunggakan pembayaran tagihan listrik kepada pihak pengelolah pasar,"ungkap dia. Ditempat lain, kepada wartawan, Kadis Perindag Amran Ambar tak menampik masalah ini. 

Dia pun mengakui terkait adanya tunggakan pembayaran listrik tersebut. "Masalah listrik sepenuhnya tanggung jawab pemakai (pedagang). Dan membayar melalui pengelola. Namun, disini ada miss komunikasi," jelas dia. 

Menurutnya, ada beberapa hal yang dari awal tidak pengelola kepada para pedagang. Ini terkait tekhnis iuran listrik yang selalu mengalami kenaikan. "Sebenarnya ini adalah masalah non tekhnis. Tarif listrik tiba-tiba naik, sementara kesepakatan awal antara pedagang dan pengelola tidak mengalami perubahan,"ucap dia. 

Kesepakatan awal, kata dia, tiap pedagang dikenakan Rp35 ribu per bulan. Sementara kondisi saat ini jumlah tersebut sudah tidak mencukupi. "Selain itu, masih banyak lapak yang kosong. Hampir 40 persen lapak di pasar belum terisi penuh dengan pedagang. Sementara pasokan listrik terus masuk," tutup dia. (her)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer