Home » » Oknum Pejabat BPN Parepare Pungli ?

Oknum Pejabat BPN Parepare Pungli ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 22 Agustus 2014 | 2:30 AM

Kabarsulawesi.com – Parepare : As, Kepala Sub Seksi Pengukuran dan Pemetaan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Parepare, diduga melakukan pungutan liar alias pungli terhadap seorang wanita warga Kota Parepare, Ria. 

Dia mengadu kemedia mengenai adanya biaya sertifikat tanah warisan ayahnya seluas 8.200 m2. Rabu (20/8) pekan lalu dia mengaku telah membayar di loket Kantor BPN Parepare sebesar 1 juta rupiah. Uang sebesar itu untuk pembayaran PNBP, sedangkan untuk membayar uang transpor dan akomodasi dibayar ditempat lain. 

Namun belakangan Ria merasa heran karena dua kali dimintai uangnya mengenai biaya pengukuran tanah oleh petugas BPN bernama As.

"Hari ini saya kembali dimintai uang Rp 1 juta untuk transportasi pegawai yang mengukur batas tanah. Padahal sebelumnya sudah dibayar uang kepengurusan Rp 1 juta," kata Ria,

As, langsung melakukan konfrensi pers, di salahsatu kafe, Jumat (22/8), terkait tudingan miring terhadap dirinya terkait dugaan pungli. 

As membantah jika melakukan pungutan liar (Pungli), justru dia berdalil kalau dia memungut berdasarkan regulasi yang ada sesuai PP 13 tahun 2010 dan permenkeu No 72 tahun 2013 tentang masalah transportasi yang dibiayai oleh pemohon. 

Dia menjelaskan, biaya yang dipungut sesuai PP 13 tahun 2013 sesuai luas lokasi tanahnya maka harus masuk di kas negara sebagai dana pendapat negara bukan pajak (PNBP). Sedangkan yang tidak ditanggung negara mengenai uang transportasi dan akomodasi sesuai ketentuan yang berlaku pada permennkeu no 72 tahun 2013 tersebut. 

“Jadi saya tidak melakukan pungli, biaya yang saya minta itu berdasarkan aturan berlaku sesuai permnkeu,”jelas As dihadapan sejumlah wartawan.(smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer