Home » » Polisi Belum Limpahkan Kasus Pengroyokan Staf Dishub

Polisi Belum Limpahkan Kasus Pengroyokan Staf Dishub

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 20 Agustus 2014 | 3:08 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Kasus Lima PNS Dishub kota Parepare yang dikeroyok oleh sejumlah preman di pelabuhan Cappa Ujung Kota Parepare, 29 Juni 2014 lalu, yang ditetapkan oleh penyidik kepolisian tujuh tersangkanya hanya dua pelaku yang diproses hukum yang lainnya melarikan diri. Ironisnya lagi, kasus pengeroyokan hingga sekarang belum dilimpahkan oleh pihak penyidik kepolisian, bahkan belum ada surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dikirim kejaksaan negeri kota Parepare. 

Penyidik kepolisian melalui kasat reskrim Polres Parepare, AKP Wahyudi Rahman mengakui kalau belum dilimpahkan kasus dugaan pengroyokan yang dilakukan oleh preman di pelabuhan Cappa Ujung.”kami belum limpahkan bahkan belum ada SPDP dikirim ke kejaksaan, karena kasus ini masih dalam proses di kepolisian,”turunya singkat. Wahyudi berjanji kasus ini segera dilimpahkan kejaksaan setelah semua berkas atau BAPnya sudah lengkap,”jadi tersangka hanya dua, lima yang lainnya masih buronan,”katanya. 

Terpisah, kasi pelabuhan Dishub Parepare, Irwan juga mengakui kalau tidak ada pemberitahuan kepada pihak penyidik kepolisian tentang perkemangan kasusnya selama ini, bahkan tidak tau apakah kasusnya dilanjutkan kepolisian atau tidak,”saya tidak tau kalau kasus kami lanjut atau tidak karena tidak ada pemberitahuan perkembangan kasus yang kami alami berlima,”jelasnya. Irwan memintah agar kepolisian menindak lanjuti kasus ini tanpa pandang bulu,” saya pribadi dan kedinasan meminta kepafda penyidik untuk tetap melanjutkan kasus ini, “jelasnya. 

Sekedar diketahui, kelima yang menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok diduga preman di pelabuhan cappa ujung kota Parepare yaitu, Irwan (kasi pelabuhan), Danial (kasi bina usaha dan perizinan trasportasi), Eko Prayitno (kasi pengembangan trasnportasi laut, Patang (kasi lalulintas dishub) dan Aryun Andayana (staf bidang laut). 

Sementara kabid kelautan dishub, Anton Azis, mengakui kalau dirinya dicari-cari keluarga tersangka, keluarga tersangka mencarinya karena pihak perhubungan tidak mau damai,”pernah ada utusannya ketemu dengan korban untuk damai tapi kami tidak mau, karena anak buah saya sedang bertugas dilapangan, bahkan saya dicari-cari keluarga pelaku, jadi rencana saya akan minta perlindungan hukum kepada polisi jika saya terancam oleh keluarga pelaku tersebut,”kata Anton Azis. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer