Home » » Pungutan Retribusi Kebersihan Pasar Tapi Tidak Masuk PAD ?

Pungutan Retribusi Kebersihan Pasar Tapi Tidak Masuk PAD ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 13 Agustus 2014 | 2:49 AM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Pungutan retribusi kebersihan di pasar lakessi sudah lama berlangsung namun tidak ada pemasukan pendapatan asli daerah di SKPD bersangkutan, baik itu di dinas Kebersihan, UPTD Pasar Lakessi maupun dinas pendapatan daerah (dispenda). Siapa yang sebenarnya melakukan pungutan diluar dari pemerintahan, apakah ada oknum yang tidak bertanggungjawab, atau ada pihak ketiga yang melakukan pungutan tanpa disetor di SKPD terkait. 

 Buktinya, sejumlah pedagang yang dikonfirmasi di pasar lakessi justru mengakui kalau mereka membayar retribusi kebersihan bahkan bervariasi harganya retribusi kebersihan mulai Rp. 5.000 hingga pada Rp. 10.000 perpedagang, padahar sesuai perda Nomor 2 tahun 2012, hanya pungutan sebesar Rp. 1.000 perpedangan. Kemana uang retribusi kebersihan yang dibayarkan para pedangan tersebut, ini yang harus ditelusuri karena dapat merugikan pemerintah setempat, diminta SKPD yang menangani soal retribusi baik dinas kebersihan, UPTD Pasar dinas perindagkop dan UKM dan Dispenda harus duduk bersama membahas masalah ini, karena ini salah satu kebocoran PAD tersebut. 

Demikian dikatakan, Direktur Institute Kebijakan Rakyat (IKRA) Kota Parepare, Uspa Hakim. Uspa menjelaskn, bila ini dibiarkan adanya oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan pungutan retribusi kebersihan kepada pedagang di pasar lakessi baik itu di gerbang niaga maupun di pasar tradisional Lakessi maka itu bisa masuk unsur perbuatan melanggar hokum yang merugikan keuangan daerah. 

Lanjut, Uspa, kedepan, pemerintah harus mengkaji masalah ini, kebocoran PAD di pasar lakessi mengenai kebersihan sangat mempengaruhi pendapatan keuangan daerah, dan tidak boleh dibiarkan,”ini juga kurangnya pengawasan dilakukan pemerintah, kalaupun perda retribusi tidak sempurna dalam pungutan ini maka harus direvisi kembali, tiga SKPD terkait harus duduk bersama membahas masalah ini,”jelasnya singkat. 

Terpisah, dinas kebersihan, Rasdim adam melalui pengawas retribusi kebersihan, Abd Salam Sulaeman, mengatakan, bahwa tidak ada pungutan retribusi kebersihan dipasar, karena suda dilakukan oleh warga setempat tanpa ada pemasukan PAD. “kami pernah kerjasama dengan UPTD Pasar Lakessi soal retribusi kebersihan tapi ditolak karena ada yang melakukan pungutan disana diluar dari SKPD, tapi kami tidak lakukan walaupun kami tetap melakukan kewajiban mengangkat sampah sampai ke TPA,”jelasnya. 

Salam, menginginkan adanya retribusi kebersihan disana, karena tugas dinas kebersihan selalu melakukan kewajibanya mengangkat sampah tapi tidak ada PAD di sana,”saya akui juga ada pungutan kebersihan bahkan tidak ada karcis diberikan ke pedagang bahkan bervariasi lagi nilainya,”tuturnya. 

Ditambahkan, Kadis kebersihan, Rasdi Adam, mengatakan bahwa hanya pasar senggol saja ada pungutan retribusi kebersihan, yang lainnya seperti pasar lakessi, pasar labukkang dan pasar sumpang tidak dipungut retribusi kebersihan padahal dinas kebersihan melakukan tugasnya membuang sampah di pasar tersebut.

”Ini yang perlu dikaji dan dicarikan solusinya,’jelasnya. Dihubungi terpisah, kepala UPTD PAsar Lakessi, Suardi juga mengatakan jika tidak ada pungutan retribusi di pasar tradisional lakessi kecuali di gerbang niaga, dan pungutan itu dilakukan oleh diluar pemerintah,”saya juga menginginkan jika ada PAD masuk soal retribusi, dan saya kordinasi dengan dinas lain untuk membahas masalah ini agar ada PAD masuk,”jelasnya sambil menjelaskan seperti pasar senggol pihak dinas kebersihan sendiri melakukan penagihan disana. Hal senada, diungkapkan, kadis dispenda, 

Nasarong, soal retribusi kebersihan, bahwa pihaknya siap melakukan kordinasi dengan dinas lain untuk membahas masalah pasar Lakessi agar ada PAD masuk,”saya siap melakukan pertemuan yang akan difasilitasi oleh dinas kebersihan tersebut mengenai PAD retribusi kebersihan di pasar lakessi, pasar labukkang dan sumpang mianngaE,”jelasnya. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer