Home » » Tiga Pasar Mega Proyek Mubazir Lantaran Tak Jelas Manfaatnya

Tiga Pasar Mega Proyek Mubazir Lantaran Tak Jelas Manfaatnya

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 15 Agustus 2014 | 11:00 AM

kabarsulawesi.com – Parepare : Tiga pasar, mega proyek sumber dana dari Pemerintah Pusat, dan Provinsi hingga saat ini masih terbengkalai. Bagian bangunan yang menelan anggaran puluhan milyar tersebut kini dalam kondisi rusak. 

Seperti Pasar tradisonal semi Modern, dibangun sejak tahun 2010 lalu yang terletak di Kec Soreang tersebut dalam kondisi rusak dibagian atap dan sejumlah bagian lain, sementara Anggarannya sendiri bersumber dari dana bansos oleh Pemerintah Privinsi sebesar kurang lebih Rp. 8 Milyar. Plt Skretaris kota Parepare, Andi Yusuf Mappangara mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti terkait dengan Pasar yang dibangun dari dana Bansos Pemprov tersebut. 

"Kalo itu saya tidak tahu pasti, namun setahu saya itu adalah proyek Pemprov yang ditangani oleh Dinas Perindag,"ucap Puang Ucu. Saat ditemui dikantor Walikota (13/8) Rabu kemarin. Ia menjelaskan, terkait dengan Pasar Kuliner, dan UKM, yang terletak di jalan Mattirotasi, Kel Labukkang, Kec Ujung itu sementara ini masih dalam proses penjajakan. "Walikota sementara masih melakukan penjajakan ke sejumlah pihak termasuk para pedagang yang nantinya akan beroprasi di pasar itu,"kata dia. 

Ditempat lain, Wakil Walikota Parepare, Ir Andi Faisal Sapada, justru mengatakan, Pasar Kuliner, dan UKM, yang menelan anggaran sekitar Rp 23 Milyar, sumber dari kementrian Perindustrian RI itu sejak awal sudah bermasalah. "Sejak awal proses turunnya bantuan untuk pasar itu hingga penyelasaian pengerjaan pihak pemerintah Daerah tidak dilibatkan,"kata eks Sekda Parepare ini. Namun, kata dia, saat ini Pemerintah daerah telah menggunakan dua opsi terkait dengan pemanfaatan Pasar tersebut. 

"Penyerahan dari pihak Pemerintah pusat belum dilakukan, namun kamu sudah mempersiapkan opsi untuk pemanfaatannya nanti. Apakah itu dipihak ketigakan ataukan Pemerintah sendiri yang mengelolanya dengan melibatkan seluruh pedagang,"terang dia. Mudah2han kedua opsi tersebut, kata Faisal, dapat berjalan dengan baik, dan Pemrintah Daerah melalui dinas perindag segera mendesak Kementrian untuk menyerahkan pasar itu ke Pemerintah Kota. Sedangkan kata dia, Pembangunan Pasar tradisional semi Modern yang ada di Kec Soreang, dari bansos Pemprov itu adalah kebijakan Gubernur. 

"Awalnya kami tidak tau tujuan Pihak Pemprov membangun Pasar itu. Apakah nanti Pasar itu dijadikan sebagai shorum alat mobiler ataukah khusus pasar suvenir2. Ataukah mungkin nanti menjadi program Gubernur yanga menjadikan pasar tersebut sebagai pasar beras,"tutur dia. 

Namun, dalam waktu kata dia, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan pihak provinsi mengenai pemanfaatannya. " Mudah2an hasil pembicaraan itu akan terealisasi dalam waktu singkat sehingga tidak ada kesan pembangunan itu munasir,"tandas dia. (her)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer