Home » » Walikota Parepare Bakal Mutasi Karena Kecewa Kinerja SKPD Buruk

Walikota Parepare Bakal Mutasi Karena Kecewa Kinerja SKPD Buruk

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 15 Agustus 2014 | 8:41 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe mengaku kecewa dengan kinerja bawahannya yang dinilai minim inovasi dan tak mampu berkreasi dalam mewujudkan visi misi pemerintahannya. Taufan pun menyatakan akan segera melakukan evaluasi (mutasi) dalam waktu yang tidak terlalu lama. 

Terkait ini, ia juga berencana melibatkan pakar psikolog untuk melakukan psikotest (test kemampuan dan kapasitas) pejabat eselon dua yang ada saat ini. Jangan sampai kata dia, ada eselon dua tidak punya kapasitas, namun duduk di eselon dua. Penegasan ini disampaikan Taufan Pawe , saat berbicara dalam rapat monitoring dan evaluasi pembangunan triwulan kedua, di Barugae, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Rabu, 14 Agustus. 

Acara ini dihadiri seluruh pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kotab Parepare, termasuk para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kasubag Perencanaan dan Keuangan SKPD. Salah satu yang disoroti Taufan pada kesempatan ini adalah capaian serapan dana APBD Kota Parepare Tahun Anggaran 2014 yang dinilainya masih jauh dari harapan. Hingga Juni 2014, anggaran belanja langsung sebesar Rp. 267 miliar lebih baru dapat terserap 57 miliar lebih atau 21,32 persen. 

 Anggaran ini rencananya akan digunakan untuk membiayai 297 program dan 1343 kegiatan pembangunan yang tersebar di 34 SKPD. Taufan minta mereka memiliki naluri bergerak cepat, dan tidak kaku dalam menerjemahkan aturan. Kecuali kata dia, menyangkut persoalan hukum maka dirinya tak akan pernah berkompromi. “Soal hukum, saya kembali tegaskan, saya tak mau ada SKPD saya bermasalah dengan hukum,” tegas dia. 

Taufan minta mereka berhati-hati dalam menentukan rekanan pelaksana pekerjaan. Jangan sampai kata dia, rekanan yang dipilih perusahaannya telah di black list, atau memiliki rekam jejak buruk dalam pelaksanaan pekerjaan barang dan jasa pemerintah. Ia menyatakan tak akan mencampuri urusan yang menjadi domain SKPD. Namun , sebagai pimpinan ia tentu wajib mengetahui dan mendapatkan laporan terhadap perencanaan maupun pelaksanaan program kegiatan yang ada di SKPD. 

Taufan menyoroti lemahnya perencanaan kegiatan di SKPD, yang telah menjadikan banyak kegiatan mubazir dan tak memberi manfaat kepada masyarakat banyak. Ia berharap, SKPD melakukan perencanaan yang matang dan berimplikasi langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Terkait lemahnya kinerja bawahannya tersebut, Taufan menyatakan dalam waktu dekat ia segera melakukan rolling jabatan, khususnya jenjang dua eselon guna mengakselerasi organisasi pemerintahan yang dipimpinnya. 

Banyak kata dia, pejabat eselon III yang memiliki kemampuan menduduki jabatan eselon II. Kebijakan mutasi ini kata Taufan, tak perlu dikhawatirkan karena sesuai janji dirinya untuk melakukan evaluasi setiap enam bulan. “Saya tidak salahkanki, tapi saya ingin SKPD saya punya ide-ide brilliant,” katanya.
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer