Home » » Dugaan Retribusi Bocor UPTD Terminal Akui Tak Capai Target ?

Dugaan Retribusi Bocor UPTD Terminal Akui Tak Capai Target ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 10 September 2014 | 2:30 AM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Kebocoran retribusi diterminal sangat berpotensi merugikan keuangan daerah, itu disebabkan, karena kurangnya pengawasan dari dinas perhubungan yang menangani bidang UPTD terminal Ironisnya lagi, setiap kendaraan umum membayar retribusi, tidak masuk diterminal induk, bahkan hanya menerima di luar terminal yang tidak diketahui berapa karcis retribusi terminal habis. 

Direktur Institutek Kebijakan Rakyat, (IKRA) Kota Parepare, Uspa Hakim, sangat menyesalkan, jika kebocoran retribusi terminal sangat merugikan keuangan daerah mencapai ratusan juta rupiah pertahunnya. Kerugian keuangan daerah ini, kata Uspa, termsuk dikategorikan pelanggaran hukum yang harus diproses sesuai hukum berlaku,”jadi semua terminal di kota Parepare tidak berfungsi maksimal sehingga pengawasan untuk pemasukan PAD retribusi terminal sangat berpotensi terjadi kebocoran sehingga lebih banyak terjadi indikasi korupsi,”tuturnya. 

Bahkan, justru pegawai yang memungut retribusi tanpa dibarengi karcis kepada pihak angkutan umum,”tidak tertibnya pungutan retribusi angkutan umum terminal ini sangat rawan terjadi kebocoran PAD yang merugikan keuangan daerah, ini berdampak pada ranah pidana,”tegasnya. IKRA akan bekerja sama dengan kejaksaan untuk melakukan mengusut tuntas mengenai masalah ini, sangat terjadi potensi kerugian Negara dan IKRA siap melanjutkan masalah ini ke proses hukum. 

Terpisah, Kepala UPTD Terminal Dishub Parepare, Sahur mengakui kalau pungutan retrbusi diluar terminal bagi kendaraan bus, tetapi kendaraan angkutan umum lainnya yang beroda empat tetap masuk terminal. Tetapi, kata Sahur, semua pungutan disetor ke kas daerah sesuai target yang diberikan. 

Bahkan Sahur akui bukan saja stafnya yang melakukan pungutan diluar terminal, tetapi pasukan BM dishub juga melakukan pungutan, padahal tidak diberi target PAD.”Saya wajar saja melakukan pungutan karena ditarget PAD, bagaimana itu yang pakai motor BM dishub yang melakukan pungutan tanpa disetor di PAD karena memang tidak ada targetnya, tidak seperti kami,”katanya langsung menuding pasukan motor BM dishub. 

Mengenai tidak tercapainya target, tahun 2013 lalu, kata Sahur, memang benar, karena terlalu tinggi target sekitar Rp. 600 juta pertahun, namun realisasi hanya 80 persen.

”kita diberi target oleh dewan tapi tidak bisa kita capai karena terlalu tinggi,”jelasnya. Sedangkan target tahun 2014 sekarang hanya Rp. 400 juta pertahun, dan ini akan bisa tercapai nantinya.”tidak ada kebocoran PAD hanya tidak kami capai karena terlalau tinggi targetnya,”kilahnya. (smir)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer