Home » » Kajari Parepare : Tersangka Kasus Gerobak UKM Akan Ditahan ?

Kajari Parepare : Tersangka Kasus Gerobak UKM Akan Ditahan ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 18 September 2014 | 1:52 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Terkait kasus pengadaan grobak sebanyak 83 unit tanpa dilelan, hasil ekspose tim penyidik kejaksaan kota Parepare di kejati Sulsel dan BPKP RI Makassar, terkait kasus dugaan pengadaan grobak dilingkup dinas perdagangan, perindustrian, koperasi dan usaha kecil menegah (Prindagkop & UKM) kota Parepare, telah terindikasi perbuatan melanggar hukum yang dapat merugikan keuangan negara. Sehingga pihak tim penyidik kejaksaan yang beranggotakan tujuh orang telah menetapkan tiga tersangka sementara, yaitu, mantan Kadis Perindagkop & UKM, atau staf ahli walikota bidang pemerintahan, Amran Ambar, kabid koperasi & UKM, Rumawati dan rekanan Akri. 

Menurut, Kejari Parepare, Irwan Sinuraya, diruang kerjanya,Kamis (18/9), penetapan tiga tersanga ini sudah sesuai prosedur setelah pihak tim penyidik kejaksaan melakukan ekspose di kejati dan di BPKP, dimana telah terjadi perbuatan melanggar hukum yang dapat merugikan keuangan negara. Pasalnya, anggaran sebesar Rp. 415 juta untuk pengadaan grobak sebanyak 83 unit ini, telah dipecah-pecah menjadi penunjukkan langsung (PL) tanpa dilelang (tender,red), yang tidak sesuai perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. 

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan secara berjamaah inilah sehingga pihak penyidik kejaksaan langsung menetapkan tiga tersangka termasuk mantan kadis perindagkop & UKM kota Parepare. Tidak menutup kemungkinan, kata Irwan, tersangkanya akan bertambah jika melihat kasus ini ini sangat rawan melibatkan 8 perusahan yang mengerjakananya tapi faktanya dilapangan hanya tiga pelaksananya. Ironisnya lagi specsifikasi grobaknya tidak sesuai ketentuan berlaku. 

 Ketika ditanyakan status tersangka, apakah ditahan, ? menurut, Irwan, kemungkinan segera ditahan jika ketiga tersangkanya tidak koperatif atau menghilangkan barang bukti.”kita lihat perkembanganya nanti, apakah di tahan atau tidak, ? dan bukan saja tiga tersangkanya kasus grobak ini bisa lebih dari tiga tersangka,”tuturnya singkat. 

Diruangan terpisah, Kepala seksi (Kasi) tindak pidana khusus (Pidsus), Andi Wawo Dapi, adanya indikasi perbuatan melanggar hukum yang merugikan keuangan daerah, sesuai hasil ekspose oleh tim tujuh penyidik kejaksaan, maka ketiganya ditetapkan tersangka dan lainnya masih dikaji dan bisa bertambah tersangkanya. Wawo menjelaskan, proyek pengadaan grobak sebanyak 83 unit senilai Rp. 415 juta pada anggaran APBD 2012 telah dipecah-pecah menjadi 8 perusahan yang dikerjakan namun pada pelaksanaanya ada tiga rekanan yang mengerjakannya.

Yakni, M Rusdi Najamuddin dari CV. Mahatidana dan tujuh CV lainnya yaitu, CV Papars, CV Seven Indo Karsa, CV Linda Furniture, US Furniture tiga putri, US Putra Ambarawa Jati, dan US Sido Muncul yang dikomandoi Akri dan Baharuddin. Sejumlah saksi-saksi telah diperiksa Nur Asih selaku pejabat pemeriksa pengadaan barang dan jasa, Hj Rajalina selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), dan Rusdi Najamuddin dan Baharuddin selaku rekanan, serta para saksi lainnya sebagai pendukung yang mengetahui pengadaan grobak tersebut.

”Jadi setelah lengkap dokumen dan barang bukti dan hasil eksepose tujuh tim penyidik kejaksaan, maka ketiganya ditetapkan tersangka pada akhir bulan oktober tahun ini,”kata, Andi Wawo, selaku kordinator ketuju tim penyidik kasus grobak ini. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer