Home » » KUA Lamasi Timur Butuh Kantor

KUA Lamasi Timur Butuh Kantor

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 07 September 2014 | 1:30 AM

Kabarsulawesi.com – Luwu : Kepala Kantor Urusan Agama ( KUA) kecamatan Lamasi timur kab.luwu sulawesi selatan Drs.Mahmuddin kepada media online kabar sulawesi.com,sejak dilantik menjadi kepala urusan agama kecamatan lamasi timur sekitar 3 tahun lebih,untuk melaksanakan aktivitas sehari – harinya masih tetap berkantor di kantor kepala desa to’lemo sebagaimana melaksanakan tugasnya seperti organisasi pemerintah yang lain, dan sampai sekarang belum memiliki kantor tersendiri . 

Adapun kendala atau hambatan sehingga belum membangun kantor secara defenitif atau membangun kantor tersendiri karena belum memiliki lokasi tanah untuk pembangunan kantor , bahkan dari 6 kecamatan di daerah walenrang lamasi (Wal-Mas) baru 2 kantor kepala urusan agama ( KUA ) yang memiliki kantor defenitip atau kantor tersendiri yaitu hanya kecamatan walenrang dan kecamatan lamasi. Sedangkan empat kecamatan masih berkantor di kantor kepala desa yaitu kecamatan walenrang timur,kecamatan walenrang utara, kecamatan walenrang barat, lamasi timur. 

Apakah tidak saling terganggu untuk pelayanan kepada masyarakat 1 kantor yang kecil di gunakan dua organisasi pemerintahan yang berbeda, walaupun tidak saling menghalangi aktifitasnya yang berbeda tetapi sebaiknya masing-masing memiliki kantor sendiri-sendiri apalagi pada saat sekarang banyak masyarakat kurang mampu lebih senang dinikahkan langsung di kantor urusan agama ( KUA) kecamatan karena biayanya sangat rendah. 

Kemudian di jelaskan tentang biaya nikah bahwa sekarang diatur oleh peraturan pemerintah (PP no:48 tahun 2014 tentang perubahan peraturan pemerintah), ( PP no 47 tahun 2004 , dan surat edaran sekretaris jendral kementrian agama No: SJ/ DJ.H/HM .01/3327/2014 tentang pelaksanaan peraturan pemerintah No 48 tahun 2014 disampaikan bahwa biaya nikah rujuk adalah 

 a. Nikah atau rujuk dikantor Urusan Agama pada hari dan jam kerja dikenakan tarif rp.0-,( Nol rupiah )

 b. Nikah di luar kantor urusan agama dan atau diluar hari dan jam kerja dikenakan tarif rp.600.000,-(enam ratus ribu rupiah ). 

c. Bagi warga tidak mampu secara ekonomi dan warga yang terkena bancana alam dikenakan tarif Rp.0 ,- ( nol rupiah) dengan melampirkan persyaratan surat keterangan dari lurah atau kepala desa. 

Kemudian kabarsulawesi.com mempertanyakan kinerja kementrian agama kab.luwu tentang keberhasilan disampaikan kepala urusan agama kec.lamasi timur Drs.Masmuddin bahwa kementrian agama kab.luwu mendapat hasil atau nilai 70,56% cukup berhasil tentang program kerja tahun 2013 sesuai hasil tim auditor insfektorat jendral kementrian agama RI . 

Agar pemerintah tetap memperhatikan pembangunan urusan agama tingkat kecamatan ( KUA ) khususnya kepada Kementrian Agama RI segera untuk dibangunkan kantor urusan agama tingkat kecamatan yang belum mempunyai kantor tersendiri khususnya di kecamatan lamasi timur demi pelayanan masyarakat. (Jamal Andua)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer