Home » » Pemburu Babi Temukan Senpi Dan Peluru

Pemburu Babi Temukan Senpi Dan Peluru

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 28 September 2014 | 2:00 AM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Dua warga lompoe temukan tiga senjata laras panjang dan 13 amunisi peluru yang masih akitif serta uang sen senilai 25 sen tahun 1957, sudah diamankan oleh pihak polres Parepare, Sabtu (27/9). 

Kedua warga lompoe yakni Ardiansyah (32) dan Akbar (25) tinggal di jalan Sjamsu Alam Bulu, kelurahan Lompoe, kecamatan Bacukiki kota Parepare sedang berburuh babi pada hari Jumat, (26/9) sekitar pukul 11.00 wita. 

Babi yang diburuhnya itu masuk di sela-sela batu lereng tebing sungai jawi-jawi yang sekitar kurang lebih 200 meter dari bagunanan terbengkalai GOR (gedung olahraga) atau di lokasi stadion gelora mandiri Parepare. Saat babi itu menghilang dilokasi sela-sela bongkahan batu gunung itu, kedua pemburu babi ini mencari dilokasi bongkahan batu, namun yang didapatkan bukan babi tapi tiga senjata laras masa penjajahan belanda dan 13 pucuk amunusi peluru yang masih aktif. 

Menurut pengakuan kedua pemburu babi ini, saat memburuh babi, langsung babi itu hilang,”saya langsung melihat didalam bongkahan batu,”kata Ardiansyah disapa Ardi. Melihat ada barang antik, maka Ardi memanggil temannya Akbar sekitar jarak 10 meter dari lokasi bongkahan batu saat mencari babi tersebut, keduanya kaget melihat tiga senjata yang berukuran sekitar 1 meter lebih. “saya langsung mendekati Ardi saat melihat senjata itu,”kata Akbar membenarkan pengakuan Ardi. 

Keduanya, langsung masuk ke bongkahan batu untuk mengambil senjata itu, dan juga ditemukan berupa 13 peluruh yang masih aktif, bahkan ada peluru di dalam senjata itu. Tetapi senjata tua itu sudah karatan dan sudah ancur kokangnya yang terbuat dari kayu. Kepada wartawan, keduanya tidak langsung melaporkan ke polisi karena kaget melihat senjata tersebut, bahkan barang itu disimpan dirumah baru akbar yang masih kosong,”saya menyimpangnya dirumah akbar karena rumah kosong, saya dan akbar tidak mau mengganggunya dikuatirkan akan meletus,”jelasnya. 

Keesokan harinya, Sabtu (27/9) karena keduanya gelisa adanya barang temuan itu, maka dia mendatangi rumah Safaruddin salah seorang anggota bimmas Polres Parepare, tetapi karena pulang kampong, maka istrinya yang diberi tahu adanya barang tersebut. 

Istri Safaruddin bernama Jasmiani, langsung menelpon, Polres Parepare sekitar pukul, 13.00 wita, dan pasukan forensic Polres Parepare turun ke TKP (tempat kejadian peristiwa), dirumah Safar—nama lengkapnya Safaruddin—melihat barang temuan kedua warga yang seharinya memburu babi jika tidak lagi bekerja tukang batu. Ardi mengakui kalau jika tidak ada lagi kerjaan buruh bangunan, maka dia bersama akbar memburuh babi untuk dijualnya seharga, Rp. 250 ribu perekornya sesuai besar-kecil babinya itu maka harganya juga berbeda. 

Kasat reskrim Polres Parepare, AKP Nugraha Pamungkas, membenarkan jika dua warga temukan 3 senjata laras panjang, 13 peluruh aktif dan uang seng senilai 25 rupiah tahun 1957. 

Semua barang tersebut diamankan polres Parepare untuk penyelidikan lebih lanjut. “kami sudah amankan, sisa menunggu hasil dari lab. Forensic soal senjata laras dan amnuisinya tersebut,”kata Nugraha saat dihubungi via selulernya, Ahad (28/9) kemarin. Menurut, Nugraha, dugaan sementara senjata laras itu mirip jenis moser dan jenis SP1,”itu hanya dugaan sementara kami, tapi belum ditahu jenis apa senjata itu, kami masih dalam penyelidikan dan menunggu pihak laboraturium forensic untuk diteliti senjata tersebut,”tuturnya singkat. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer