Home » » Pengacara HAM Di Serang Karena Bela Seorang Pemimpin Suku Papua

Pengacara HAM Di Serang Karena Bela Seorang Pemimpin Suku Papua

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 18 September 2014 | 1:37 PM

Josef Roy Benedict bersama Sulhayat Takdir, SH, Pimred kabarsulawesi.com
Kabarsulawesi.com – Papua : Pengacara HAM Papua Anum Siregar diserang oleh orang tak dikenal di provinsi Wamena , Papua . Dia saat ini membela seorang pemimpin suku yang merupakan tahanan yang dituduh mendukung kegiatan separatis . Demikian diungkapkan Josef Roy Benedict, Perwakilan Amnesty International untuk Indonesia dan Timor Leste dalam rilisnya yang dikirim ke kabarsulawesi.com (18/9). 

Roy Benedict menjelaskan pihaknya telah menerima laporan soal penyerangan seorang Pengacara hak asasi manusia Anum Siregar di provinsi Wamena , Papua. “Anum Siregar diserang oleh orang tak dikenal di sekitar 11 pada 16 September dalam perjalanan kembali ke hotelnya dari sidang pengadilan.

Penyerang, dipersenjatai dengan pisau , mencuri tasnya dan melukai tangannya sebelum pergi meninggalkan lokasi . Anum Siregar menerima pengobatan untuk luka-lukanya di rumah sakit Wamena. membutuhkan setidaknya dua jahitan.” Ungkap Roy Benedict Anum Siregar dan pengacara lain telah melakukan perjalanan dari Jayapura ke Wamena untuk mewakili Areki Wanimbo, Kepala Dewan Adat Lani Besar, pada sidang pra-peradilan . 

Ketika mereka tiba berdua merasa mereka sedang dipantau menantang penangkapan Areki Wanimbo dan penahanan yang mereka yakini telah melanggar hukum dan melanggar KUHAP Indonesia. Areki Wanimbo ditangkap pada tanggal 6 Agustus setelah bertemu dua wartawan asing yang sedang membuat film dokumenter tentang gerakan separatis di wilayah Papua . Ia dituduh mendukung kegiatan separatis dan didakwa dengan " pemberontakan " di bawah Pasal 106 dan 110 KUHP Indonesia. Amnesty International menganggap Areki Wanimbo menjadi tahanan hati nurani . 

“Anum Siregar adalah seorang pengacara hak asasi manusia dihormati dan telah mewakili banyak korban pelanggaran hak asasi manusia di Papua selama lebih dari satu dekade . Dia juga Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua ( ALDP ) , sebuah organisasi hak asasi manusia di Papua . Ada kekhawatiran lanjutan yang mungkin dia hadapi pembalasan atas pekerjaan HAM –nya.” Jelas Roy Benedict.

Atas kejadian itu, Amnesty Internasional mengeluarkan statement; Mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan untuk menjamin keamanan Anum Siregar , sesuai dengan keinginannya ; Mendesak mereka untuk melakukan suatu penyelidikan dengan cepat , independen dan imparsial dalam setiap tuduhan bahwa serangan ini terkait dengan kerja Anum Siregar sebagai pembela hak asasi manusia ; Memanggil pihak berwenang untuk segera membebaskan tanpa syarat Areki Wanimbo karena ia adalah tahanan hati nurani , ditangkap semata-mata untuk latihan damai haknya untuk kebebasan berekspresi ; Membangun mekanisme khusus untuk menjamin perlindungan terhadap pembela hak asasi manusia di Indonesia. (soel)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer