Home » » Rakor Peradin Sulsel bahas Hasil HUT Emas Peradin Dan KLB

Rakor Peradin Sulsel bahas Hasil HUT Emas Peradin Dan KLB

Written By Redaksi kabarsulawesi on Jumat, 05 September 2014 | 10:37 PM

Kabarsulawesi.com – Makassar : Rapat Kerja (Rakor) Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradin) wilayah Sulawesi selatan, 5 September 2014 dilaksanakan di Cafe Lovers, Jalan Urip Sumoharjo. Rakor ini dihadiri, amggota dan Advokat Peradin se Sulsel. Dipimpin Koordinator Peradin Sulsel, Advokat Adnan Buyung Azis, menjelaskan hasil-hasil dari pelaksanaan HUT Emas 50 tahun Peradin dan Konfrensi Luar Biasa (KLB) yang telah dilaksanakan di Jakarta 29 – 30 Agustus lalu. 

Dalam pemaparan Adnan, dijelaskan, ada beberapa point dari hasil KLB dan HUT Emas Peradin yang perlu mendapat perhatian Advokat Peradin, khususnya di Sulawesi Selatan. “Pertama, bahwa Hasil KLB adalah perubahan nama Persatuan Advokat Indonesia menjadi Perkumpulan Advokat Indonesia yang disingkat Peradin.” Ungkap Adnan. Perubahan nama tersebut kata Adnan, adalah mengikuti berlakunya Undang-Undang Ormas yang mengisyaratkan, perubahan nama dari kata “Persatuan” menjadi “Perkumpulan”. 

Dengan perubahan nama tersebut, maka Peradin yang sudah dilembar negarakan, telah menjadi sebuah organisasi profesi Advokat, yang telah memenuhi syarat sebagaimana yang diamanatkan UU Ormas tersebut. Dijelaskannya, seluruh organisasi profesi Advokat yang ada saat ini, wajib merubah nama organisasinya sesuai amanat UU Ormas. 

“Kedua, direncanakan RUU Advokat akan menjadi Undang-undang, pada tanggal 24 September. Ini berarti bahwa Peradin, satu-satunya organisasi Advokat yang layak yang mendapat prioritas untuk dimendapatkan akreditasi dari KemenhumHam.” Kata Adnan. 

Menyangkut interen Peradin, Adnan, dengan perubahan nama tersebut, maka seluruh DPC dan Koordinator wilayah Peradin yang ada saat ini adalah demisioner. Artinya, kepengurusan yang telah dibentuk dapat dirombak kembali atau ditetapkan kembali. “Untuk koordinator wilayah Sulsel, saya diberi tugas khusus untuk melakukan resafel dan pembentukan baru maupun menetapkan kepengurusan yang sudah ada. 

Jadi Surat Keputusan pengangkatan sebagai DPC di wilayah Sulsel yang ditandatangani Pimpinan Pusat dianggap demosioner.” Jelas Adnan, sembari mengatakan, untuk DPC di beberapa Kabupaten dan kota di Sulsel, akan ada pergantian dan perombakan struktur kepengurusan DPC, dan ada juga yang akan dibentuk baru.” Tegas Adnan. (soel)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer