Home » » Soal Kasus K2 Dan Kasus Gerobak Disperindagkop

Soal Kasus K2 Dan Kasus Gerobak Disperindagkop

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 09 September 2014 | 8:04 PM


Kabarsulawesi.com – Parepare : Laporan LSM Mahatidana di Kejakasaan Negeri Parepare terkait kasus dugaan gratifikasi atau suap-menyuap penerimaan CPNSD kategori II tahun 2013-2014 tetap ditindak lanjuti oleh penyidik kejaksaan. 

Bahkan tim kejaksaan sedang melakukan penyelidikan terkait laporan gartifikasi yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD dan supir wawali yang beredar kuitansi dan slip penyetoranya ke bank. Hal ini ditegaskan, Kejari Parepare, Irwan Sinuraya, kepada BKM diruang kerjanya, Selasa (9/9). 

Irwan mengatakan, walaupun LSM Mahatidana ini pernah melaporkan kasus ini kepihak kepolisian sebelumnya, bukan berarti kasus ini tidak ditindak lanjuti, kecuali pihak penyidik kepolisian sudah melakukan penyidikan maka Kejaksaan pasti tidak akan mendindak lanjuti kasusnya. 

“Sebelumnya kasus ini sudah ditangani kepolisian sesuai laporan LSM Mahatidana, jika benar demikian maka kami akan kordinasikan dengan penyidik kepolisian, karena tidak bisa kami melakukan penyelidikan jika ada lembaga lain yang sudah duluan tangani,”jelasnya. 

Bukan berarti, pihak kejaksaan diam, sehingga tidak bertindak, bahkan pihaknya sudah turun kelapangan untuk melakukan penyelidikan terkait laporan LSM Mahatinda tersebut.”Kami tetap melakukan penyelidikan, nanti kejaksaan tidak menindaklanjuti jika penyidik kepolisian sudah menindak lanjutinya, karena ada perjanjian antara kejaksaan dengan polisi terkait penanganan kasus,”tuturnya. 

Selain kasus gratifikasi CPNSD kategori II dilaporkan oleh LSM Mahatidana, kata, Irwan, kasus Grobak yang dipertanyakan LSM Benteng Ampera tetap ditindak lanjuti kejaksaan. Kasus grobak yang nilainya Rp. 400 juta tidak dilelang itu, sudah tahapan penyidikan, dimana kasus ini sudah ditangani penyidik tindak pidana khusus (pidsus), berarti penetapan tersangka segera dilakukan setelah hasil ekspose nantinya sudah jelas ada perbuatan melanggar hukum dan kerugian negara. ”kasus grobak dari Disperindagkop dan UKM tetap dilanjutkan, dalam waktu dekat akan ada ditetapkan tersangkanya, ”jelasnya. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer