Home » » Soal Pengikut ISIS Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

Soal Pengikut ISIS Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 02 September 2014 | 3:00 AM

Kabarsulawesi.com – Makassar : Polres Parepare berkordinasi dengan densus 88 untuk turun tangani kasus dugaan separatis ISIS di kota Parepare, yang diinterogasi sejak hari Senin (1/9). Menurut, kabid humas Polda Sulsel, Kombes Endi Sutendi S.Ik, melalui via blackberry mesangger, terduga Juanda (32) telah diamankan oleh petugas Polres Parepare, dimana bersangkutan dari Kalimantan Timur menggunakan KM Prin soya. 

Lalu, saat kapal merapat ke pelabuhan parepare pukul 06.00 wita, Juanda turun di dermaga pelabuhan nusantara dengan tujuan mencari istrinya bernama Nurcahyati yang tinggal di kota Parepare. Lanjut Endi, setelah dilakukan pemerikaan oleh petugas maka diketahui yang bersangkutan pernah ditahan terkait kasus terorisme bom buku di Jakarta Timur, tapi terduga telah mendapat surat pembebasan yang diperlihatkan juga warga setempat. Saat ini, kata mantan Kapolres Enrekang ini mengatakan, yang berangkutan masih dalam pendalaman polres Parepare. Pihak polres telah berkordinasi dengan pihak Densus 88.

”Apakah bersangkutan terkait dengan kelompok tertetu, pihak penyidik masih mendalami tentang hal tersebut.”kata Endi. 

Sedangkan, Ramlah selaku lurah lemoe kecamatan Bacukiki, mengatakan, bahwa terduga itu berada di Parepare. Terduga datang dirumah saudaranya yang juga ketua RT, di salah satu kelurahan wattang Bacukiki. ”Jadi bukan wilayah lemoe, tapi di wilayah kelurahan wattang bacukiki, hanya karena perbatasan antara Lemoe dan wattang bacukiki tinggal saudarnya bernama joko yang juga ketu RT di wilayah wattang Bacukiki tersebut,”kata Ramlah singkat. 

Terpisah, Kapolres Parepare, AKBP Himawan Sugeha, mengatakan, Juanda belum bisa ditahan, karena belum ada tindakan pidana dilakukan, apakah itu mengajak atau mesosialisasikan ISIS. Tapi, Juanda punya ihtikad baik, dimana telah jujur kepada warga setempat bahwa dirinya pernah ditahan terkait kasus terorisme bom buku, di Jakarta, tetapi karena kekuatiran warga sehingga melaporkan hal ini ke polres. 

‘Jadi kami tidak menahannya, hanya kami suda diinterogasi kemarin, dan pihak densus 88 telah membawah Juanda pergi untuk mencari istrinya,”kata Himawan yang lulus pasukan PBB ini. 

Ditambahkan, Himawan, kalau ada bendera didapatkan ditasnya, itu sah-sah saja, karena Juanda tidak melakukan tindakan pidana yang merugikan orang lain,”tidak ada tindakan pidana dilakukan sehingga kami tidak menahannya, apalagi tidak ada yang dirugikan selama ini, “jelasnya. (smr)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer