Home » » Terkait Honorer Peserta TRC BPBD IKRA Temukan Permalsuan Tanda Tangan ?

Terkait Honorer Peserta TRC BPBD IKRA Temukan Permalsuan Tanda Tangan ?

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 08 September 2014 | 7:50 PM

Kabarsulawesicom – Parepare : Peserta pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) dilingkup Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Parepare belum menerima honornya muali januari hingga september 2014 sekarang ini. Ironisnya lagi, ada peserta namanya tertulis dan tidak pernah bertandatangan tetapi ada yang diduga memalsukan tandatanganya, tanpa menerima dana honornya tersebut.”ini perlu ditelusuri dengan jelas,”kata Direktur Institute Kebijakan Rakyat (IKRA), Uspa Hakim kepada wartawan. 

Uspa menjelaskan, jika itu benar dugaannya tidak diberi dana bersangkutan yang berhak menerimanya dan memalsukan dokumen atau tanda tangan peserta, maka itu sudah mengarah perbuatan melanggar hukum. Perbuatan melanggar hukum itu adalah adanya peristiwa hukum dimana peserta tidak pernah melakukan tanda tangan atau paraf pada penerimaan honor tersebut,”ini perlu dicermati jika ada pelanggaran pidananya maka harus diproses sesuai hukum berlaku,”jelas, Uspa. 

Lanjut, Uspa, sesuai data yang dipegang, dimana setiap bulan kegiatan dilakukan, para peserta mendapat sebanyak Rp. 140 ribu perbulannya, dikali 50 peserta dikali lagi sembilang bulan maka nilainya diperkirakan sekitar Rp. 63 juta. Terpisah, PPTK kegiiatan TRC BPBD Parepare, Andi Sinrang, mengakui dana belum cair, sehingga belum diberikan oleh peserta yang berjumlah 50 orang sesuai SK walikota Parepare. 

Sinrang membantah jika melakukan pemalsuan tanda tangan atau paraf bagi peserta yang menerima honorernya,”memang ditanda tangani dulu baru diminta dananya di keuangan, karena ini belum cair, kalau sudah cair baru diberikan bersangkutan,”katanya. Mestinya, kata Sinrang, dana itu keluar pertiga bulan, mulai januari 2014 hingga September 2014, namun karena belum dicairkan sehingga belum ada yang menerimanya. 

Ketika ditanya berapa jumlah anggaran kegiatan TRC, ternyata PPTK tidak tau soal itu.”Maaf pak, saya memang PPTKnya tapi saya sudah lupa berapa anggaranya, yang jelas anggaranya hanya sedikit selama satu tahun kegiatan,”kilahnya. 

Sinrang mengatakan nanti dirinya pulang dari Bantaeng baru dilihat DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran),”saya ikuti porda di Bantaeng, saya tidak tau berapa jumlah anggarannya, nanti kalau saya pulang baru saya lihat anggarannya di DPA,”kata Sinrang melalui via selulernya saat berada di Bantaeng, Senin (8/9).(smr)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer