Home » » Tersangka Kasus Korupsi Gerobak UKM Akui Dirinya Bekerja Sesuai Prosedur

Tersangka Kasus Korupsi Gerobak UKM Akui Dirinya Bekerja Sesuai Prosedur

Written By Redaksi kabarsulawesi on Kamis, 18 September 2014 | 2:15 PM

Kabarsulawesi.com. Parepare : Tersangka kasus grobak perindagkop dan UKM, Amran Ambar, mantan kadis Perindagkop & UKM Parepare yang sekarang ini menjabat Staf Ahli bidang pemerintahan pemkot Parepare yang baru menduduki jabatan barunya sekitar dua minggu lalu tidak telalu banyak komentar terlalu jauh persoalan tersangkanya. 

Amran hanya menjelaskan saat dihubungi melalui via selulernya, Kamis (18/9), sudah mengetahui kalau dirinya ditetapkan tersangka oleh pihak kejaksaan kota Parepare, tapi Amran tetap ngotot bahwa dirinya tidak bersalah dan sudah benar apa yang dilakukan sesuai ketentuan berlaku. 

Ditanya mengenai soal kesiapannya untuk didampingi penasehat hukum, menurutnya, dia masih melihat selanjutnya bagaimana kasusnya selama ini di kejaksaan, yang jelas menurut Amran, tetap akan ada pengacara yang mendampingi dirinya bilamana dibutuhkan sesuai ketentuan berlaku. ”Saya belum memikirkan apakah ada pengacara mendampingi saya nantinya, tapi yang jelas saya tetap koperatif untuk mengikuti perkembangan kasus yang saya alami,”jelasnya. 

Amran mengulangi kembali ucapannya, bahwa apa yang dilakukannya menurut dirinya sudah sesuai prosedur berlaku, persoalan sisi hukum menurut pihak penyidik kejaksaan itu tidak bisa dilawan karena memang ranahnya disana.”sebagai warga yang baik tetap mengikuti proses hukumnya, mungkin ada hikmahnya dibalik masalah ini, semoga berakhir dengan baik tanpa ada masalah, apalagi masih dalam praduga tak bersalah,”jelasnya. 

Terpisah, Direktur IKRA Parepare, Uspa Hakim, memberikan apresiasi kepada pihak penyidik kejaksaan kota Parepare yang telah menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi kasus grobak dispreindagkop dan UKM senilai Rp. 415 juta pada mata anggaran APBD 2012. Penetapan tersangka ini sudah tepat, menurut IKRA, pasalnya, untuk membuktikan fakta hukumnya sebagaimana ada indikasi kerugian negara, dan 83 grobak yang sekarang ini dibuat justru mubazzir dan hanya sebagaian yang terpakai sisanya entah kemana rimbahnya. Uspa berharap kasus ini tetap transparansi, jangan hanya tiga tersangkanya, kalau perlu yang terlibat harus diseret dan dijadikan tersangka jika memang perannya sudah jelas dalam kasus ini dan merugikan keuangan daerah. (smr)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer