Home » » Walau Masih Sengketa SDN 11 Tetap Di Gunakan

Walau Masih Sengketa SDN 11 Tetap Di Gunakan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 15 September 2014 | 5:01 PM

Kabarsulawesi.com – Parepare : Pemerintah kota Parepare akan menurunkan satpol PP untuk segera ditempat SDN 11 yang lama ini disegel oleh ahli waris Husain, yang diklaim miliknya. Demikian dikatakan, kabag pemerintahan, Dody Agriyanto, melalui via seluelrnya, Senin (15/9). 

Dody mengatakan, sudah kordinasi dengan pihak dinas pendidikan, agar segera ditempati proses belajar mengajar di SDN 11, sesuai hasil kordinasi antara kabag pemerintahan pemkot Parepare dengan pihak BPN (Badan Pertanahan nasional) dalam pengembalian batas. Hasilnya, kata Dody, lokasi SDN 11 yang terletak di jalan Atletik, kelurahan Lapadde kecamatan Ujung, Kota Parepare, itu milik pemeirntah sesuai dokumen yang dipegang pemerintah, bukan milik ahliwaris Husain yang diklaim selama ini. Rencana, Senin, pemerintah sudah memindahkan para murid SDN 11 untuk proses belajar mengakar, tapi karena ada kendala tekhnis pihak Dinas Pendidikan sehingga, ditunda, besok (selasa, 16/9). 

“Ditunda hari ini (senin, red), karena mungkin pihak dinas pendidikan belum siap, atau lebih jelasnya, sampaikan kepada dinas pendidikan langsung,”kata Dody masih ada. Terpisah, kadis Pendidikan kota Parepare, 

Mustafa Mappangara, menegaskan, pihaknya dari dinas pendidikan dan satpol PP sudah turun kelokasi untuk segera memindahkan murid SDN 11 digedungnya sendiri. 

“Kami sudah memerintahkan pihak sekolah untuk segera menempati gedungnya kembali,”kata plt sekda, Mustafa Mappangara yang disapa Puang Uchu. Dilokasi SDN 11 Parepare, Kabid pendidikan dasar dan menegah Dinas Pendidikan, Arifuddin, dihubungi via selulernya kemarn, mengatakan, belum ada petunjuk dari pimpinan untuk segera memindahkan murid-murid SDN 11. 

Pihak kami, kata Arifuddin, sudah dilokasi SDN 11 Parepare bersama sejumlah satpol PP, pihaknya masih dalam memantau dan melihat situasi sekarang.”Saya sudah dilokasi hanya untuk memantau keadaan belum ada perintah dari atasan untuk memindahkan murid-murid disekolahnya,”jelasnya singkat. 

Terpisah, Plt kepala SDN 11 Parepare, Hj suriani, mengaakui kalau sudah ada satpol PP dan pihak dinas pendidikan turun ke lokasi SDN 11, tetapi belum ada perintah dari pihak dinas pendidikan untuk segera pindah,”kami belum diperintahkan untuk pindah ke gedung kami, tapi kami tetap melakukan kegiatan proses belajar mengajar di sekolah SMA negeri 4 yang kami tumpangi,”tuturnya singkat. 

Sementara, Direktur IKRA Parepare, Uspa Hakim, menegaskan, agar pihak pemerintah harus mengambil langkah tegas, sesuai hasil kordinasi angtara pemkot dengan pihak BPN untuk pengembalian batas tanah yang diklaim ahli waris Husain, dimana lokasi itu sudah milik pemerintah, maka otomatis sekolah itu harus digunakan. 

Kasihan, kata Uspa, anak-anak didik diterlantarkan dan menumpang di SMA negeri 4 yang selama ini sudah satu tahun lebih tidak diseriusi pemerintah walaupun pemeirntah benar menurut UU,”jadi pemerintah sudah benar dan dokumen data-data berkas dipegang pemerintah, hanya kami sayangkan saat ahli waris Husain yang menyegel gedung SDN 11, maka itu sudah pidana, merugikan kepentingan umum, kalaupun ahli waris benar mestinya tempu jalur hukum melalui pengadilan bukan menyegel,”terangnya. 

IKRA, berharap agar pemerintah lebih bersitegas lagi jika ada aset yang diklaim oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, maka pemerintah harus mengambil langkah-langkah hukum karena merugikan pihak masyarakat lain. (smr)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer