Home » » Eksekusi Pertama Di Bawah Presiden Baru Langkah Mundur HAM

Eksekusi Pertama Di Bawah Presiden Baru Langkah Mundur HAM

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 18 Januari 2015 | 9:13 AM

Kabarsulawesi – Jakarta : Eksekusi mati terhadap enam terpidana narkoba di Indonesia hari ini, merupakan yang pertama sejak Presiden Joko Widodo menjabat, merupakan langkah mundur serius bagi hak asasi manusia di negeri ini, menurut Amnesty International Mereka yang telah dieksekusi oleh regu tembak termasuk satu Warga Negara Indonesia dan lima Warga Negara Asing yang telah dipidana karena kasus narkoba. 

 “Ini merupakan langkah mundur dan merupakan hari yang begitu menyedihkan. Pemerintahan Indonesia yang baru resmi menjabat atas dasar janji-janjinya untuk memperbaiki penghormatan terhadap HAM, tetapi dengan melakukan eksekusi tersebut merupakan kebalikan dari komitmen-komitmennya,” menurut Rupert Abbott Direktur Riset Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik. 

Sementara tidak ada eksekusi mati di Indonesia selama 2014, pemerintah telah mengumumkan bahwa akan ada 20 eksekusi mati dijadwalkan pada tahun ini. Pada Desember 2014, dilaporkan bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan memberikan grasi kepada paling tidak 64 orang yang telah dihukum mati untuk kejahatan terkait narkoba, dan ada rencana untuk menghukum mati mereka. 

“Pemerintah harus segera menghentikan rencana untuk mengeksekusi mati lebih banyak orang. Indonesia adalah negeri yang beberapa tahun lalu telah mengambil langkah positif menjauhi hukuman mati, tetapi pihak berwenang sekarang menggiring negeri ini menuju arah yang berlawanan,” menurut Rupert Abbott.

“Penggunaan hukuman mati di dalam negeri juga membuat upaya-upaya pihak berwenang Indonesia untuk melawannya di luar negeri terlihat munafik.” “Indonesia harus menerapkan moratorium penggunaan hukuman mati dengan maksud melakukan abolisi pada akhirnya.” 

Latar Belakang Keenam orang yang dieksekusi hari ini termasuk satu Warga Negara Indonesia, Rani Andriani alias Melisa Aprilia; dan lima Warga Negara Asing: Daniel Enemuo (Nigeria), Ang Kim Soei (Belanda), Tran Thi Bich Hanh (Vietnam), Namaona Denis (Nigeria), dan Marco Archer Cardoso Moreira (Brazil). 

Lima orang dieksekusi mati di Pulau Nusakambangan, sementara Tran Thi Bich Hanh dieksekusi mati di Boyolali, keduanya di Jawa Tengah. Berbagai kelompok di Indonesia berbicara secara terbuka menentang hukuman mati pada minggu terakhir ini, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, organisasi keagamaan, anggota parlemen, dan kelompok masyarakat sipil. (Josef Roy Benedict

 AMNESTY INTERNATIONAL PERNYATAAN PUBLIK
 Josef Roy Benedict Campaigner - Indonesia &Timor-Leste
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer