Home » » Petani Ujunge Kekeringan, Pemerintah Berdiam Diri

Petani Ujunge Kekeringan, Pemerintah Berdiam Diri

Written By Berita Wajo Terkini on Jumat, 13 Februari 2015 | 7:28 PM

Kabarsulawesi.com Wajo: Massa rakyat asal Desa Ujunge, Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo mendatangi gedung perwakilan mereka di DPRD Wajo, guna memperjuangkan nasib mereka, Jumat, 13 Februari 2015. Seperti diketahui, ratusan hektare sawah di Desa Ujunge, Kecamatan Tanasitolo terancam puso.

Kondisi lahan persawahan warga mulai kekeringan


Mereka terancam mengalami kerugian. Tak tanggung-tanggung, petani akan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Pasalnya, ratusan hektar sawah didaerah tersebut tak dapat air dari hulu Bendungan Kelola.

Menurut aspirator dihadapan anggota DPRD Wajo, sebelum air sampai di Desa Ujunge, air di irigasi sudah habis, itu disebabkan banyaknya pompa air yang menyedot secara liar di Desa Alewadeng, Kelurahan Baru Tancung, dan Desa Mannagae.

Perangkat Desa Ujunge, Andi Kadriati mengatakan, keinginan petani hanya ingin agar kebagian air. Jika hingga dua hari ini tidak dapat air, sawah petani akan puso. Ditambahkan aturan air irigasi akan ditutup per tanggal 15 Februari.

"Kami sudah beberapa kali mendesak pemerintah yakni Dinas PSDA untuk menyelesaikan permasalahan kami. Tapi hingga kini tidak ada penyelesaian,"ujar Andi Kadriati.

Warga lainnya menambahkan, sejak pergantian pengatur air irigasi dua tahun terakhir ini masyarakat Desa Ujunge sudah kesulitan mendapatkan air, akan tetapi tiga bulan ini sama sekali kita tidak bisa mendapatkan air sehingga persawahan kami mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

Sementara Sekretaris Dinas PSDA & ES, Darwin Jabir mengatakan, masalah debit air saat ini masih cukup bagus. Hanya saja, karena banyaknya pompa air di hulu menjadi penyebab lambatnya air mencapai titik Desa ujunge, solusinya adalah melakukan penertiban pompa liar disepanjang alira irigasi.

"Kan sudah ada perjanjian untuk mengambil air secara bergiliran. Tapi kenyataannya tidak demikian. Makanya solusi terakhir kita lapor polisi untuk menertibkan pompa liar ini, ini sudah berulang kali,"ujarnya.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Ketua Komisi II  DPRD Wajo, Andi Yusri yang menerima aspirasi tersebut, mengatakan, keluhan para petani dari Desa Ujunge tidak lagi bisa ditolerir kita arahkan sebaiknya melapor ke kantor Polisi.

"Pemicunya adalah persoalan pompa ilegal, dan masyarakat sudah menempuh berbagai upaya, karena itu merupakan tindak pidana kita sarankan langsung melapor polisi, itu akan menjadi tugas polisi menertibkan pompa-pompa ilegal disana,"ujarnya.(ks- jumradin).
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer