Home » » Nama Pembela HAM Munir Dijadikan Nama Jalan Di Den Haag

Nama Pembela HAM Munir Dijadikan Nama Jalan Di Den Haag

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 13 April 2015 | 7:30 PM

Kabarsulawesi.com : Pada 14 April 2015 Jalan Munir akan diresmikan di Den Haag untuk menghormati pembela HAM Indonesia, Munir Said Thalib. Pada tahun 2004 Munir dibunuh dengan racun saat dalam perjalanan untuk studi lebih lanjut di Belanda. 

Upacara pembukaan tanda jalan akan dimulai di persimpangan Jalan Munir dengan Jalan Martin Luther King di Den Haag pada jam 5 sore dan berlangsung selama sekitar setengah jam. Walikota Den Haag, Jozias van Aartsen, sebelumnya merupakan Menteri Luar Negeri Belanda, istri almarhum Munir, Suciwati, dan Direktur Amnesty International Belanda, Eduard Nazarski akan mengisi upacara tersebut.

Munir Dijadikan Nama Jalan Di Den Haag - ft by google
"Amnesty International berbahagia bahwa kota Den Haag memberikan penghargaan kepada Munir dengan mengingat namanya dalam rencana tata jalan kota tersebut. Munir telah membuat upaya luar biasa untuk memperbaiki situasi hak asasi manusia di Indonesia. 

Dia adalah orang yang berani dan gigih dan kami sangat kehilangan Munir, "kata Eduard Nazarski. Pada 14 April di 7:30 ada sebuah rapat umum di Kemanusiaan Rumah (Humanity House) di kota Den Hague diselenggarakan oleh Amnesty International dan kotamadya Den Haag, di mana Ibu Suciwati Munir akan menjadi tamu utama. Pembukaan akan dipresentasikan oleh peneliti dari Amnesty International, Papang Hidayat tentang situasi pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Prof. Dr. Gerry van Klinken akan menjadi moderator acara. Latar Belakang: Pada 7 September 2004 Munir ditemukan tewas dalam penerbangan ke Amsterdam. Investigasi forensik oleh otoritas Belanda membuktikan kematiannya disebabkan oleh racun. Tiga orang telah dihukum karena terlibat dalam pembunuhan itu, tetapi sangat meragukan bahwa mereka bertindak sendirian. 


Di Indonesia, Munir dulu dan sekarang dianggap sebagai pembela HAM terkenal yang pada tahun 1998 membuat upaya penting untuk menyelidiki kasus-kasus penghilangan paksa selama bulan-bulan terakhir rezim Suharto. Dia juga seorang tokoh kunci dalam komisi penyelidikan pelanggaran HAM di Aceh dan Timor-Timur. 


Siaran Pers Amnesty International
Josef Roy Benedict
Campaigner - Indonesia & Timor-Leste
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer