Home » » Pemda Luwu Timur Segera Tarik Retribusi Pelayanan Pelabuhan

Pemda Luwu Timur Segera Tarik Retribusi Pelayanan Pelabuhan

Written By Redaksi kabarsulawesi on Senin, 15 Juni 2015 | 7:54 PM

Kabarsulawesi.com – Luwu Timur : Untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam waktu dekat akan segera menarik retisbusi pelayanan Kepelabuhan. Penarikan retisbusi tersebut dilakukan pasca ditetapkannya peraturan daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2015 tentang retribusi pelayanan kepelabuhan. 

 
Agar tidak terjadi salah penafsiran nantinya, Dinas Pehubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) menggelar sosialisasi yang diikuti seluruh pengusahan kapal penyebrangan di Aula Kantor Camat Nuha, Senin (15/06/2015). 

Selain di Kecamatan Nuha, sosialisasi serupa juga akan dilakukan di Kecamatan Towuti 16 Juni mendatang. Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Safei Basir mengatakan pelaksanaan fungsi pelabuhan ditujukan untuk menunjang kelancaran, keamanan dan ketertiban arus lalu lintas kapal, penumpang atau barang termasuk keselamatan dan keamanan berlayar. 

 Lanjutnya, sasaran yang ingin dicapai dari retibusi pelayanan kepelabuhan disamping untuk memperbaiki dan meningkatkan pemasukan PAD dari sektor pelayanan kepelabuhan, juga ditujukan untuk memperbaiki fasilitas pelayanan kepelabuhan agar menjadi lebih baik. 

Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (ASDP) Dishubkominfo, Faharuddin mengatakan pelabuhan yang terkena retribusi pelayanan antara lain pelabuhan Sorowako dan Nuha, di Kecamatan Nuha selanjutnya pelabuhan Timampu, Tokalimbo, Lambatu dan Lengkobale di Kecamatan Towuti. Lanjut Faharuddin, jenis pelayanan jasa kepelabuhan yang menjadi objek Retribusi 

Pelayanan Kepelabuhan mencakup jasa tambat, jasa pemakaian ruangan dalam, jasa pemakaian lahan, bongkar muat barang, pas masuk pelabuhan, pemeilharaan dermaga untuk kendaraan, sandar kapal, sewa fasilitas, sewa lahan/ gedung, penimbangan kendaraan, penumpukan barang dan fasilitas kamar kecil. 

 Ia menggambarkan besarnya retribusi jasa tambat/labuh kapal tergantung jenisnya, untuk getek atau perahu penyebrangan rakyat dikenakan Rp. 1000,- sekali tambat perhari, Speed boat dan kapal disesuaikan dengan jenisnya. Sama halnya dengan kendaraan, baik itu sepeda, motor hingga mobil, besaran penarikan retribusinya juga disesuaikan dengan jenisnya. 

 “masuk pelabuhan bagi penumpang, pengantar ataupun penjemput untuk dewasa sebesar Rp 2000,- dan anak-anak Rp 1000,- perorang sekali masuk. Pemakaian ruangan dalam pelabuhan untuk rumah makan, warung atau cafeteria dibebankan sebesar Rp 100.000, perbulan sementara kios sebesar Rp 75.000,- perbulan“ jelasnya. 

Barang perkarung atau sak termasuk hewan yang dibongkar muat melalui pelabuhan , kata Fahruddin dibebankan antara Rp 2000,- hingga Rp 3000,- . selain itu untuk jasa pelayanan alat misalnya menyewa Forklit dikenakan Rp 25.000,- hingga Rp 110.000,- setiap unit perjam. 

 “semua penarikan retribusi ini telah diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2015” tutupnya. (hr/hms)
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer