Home » » Bupati dan Forkopimda Teken MOU Cegah Paham ISIS

Bupati dan Forkopimda Teken MOU Cegah Paham ISIS

Written By Redaksi kabarsulawesi on Rabu, 29 Juli 2015 | 4:32 PM

Kabarsulawesi.com – Luwu Timur : Mewaspadai ancaman penyebaran paham radikal dan ideologi Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) di Kabupaten Luwu Timur, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka membahas penanganan dan pencegahan penyebaran paham radikal ISIS. Rakor tersebut dilaksanakan di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Rabu (29/07/2015). ‎ 

Acara rakor tersebut juga di isi penandatanganan memorandum of outstanding (MoU) pencegahan dan penyebaran paham ISIS oleh Bupati, H Andi Hatta Marakarma, Ketua DPRD, Amran Syam, Komandan Kodim (Dandim) 1403 Sawerigading, Letkol Kav. Cecep Tendi Sutahdi, Kapolres Luwu Timur, AKBP, Rio Indra Lesmana dan Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), Ardias Barah. ‎ Dalam MoU tersebut disekati menolak keberadaan paham radikal dan ISIS dengan segala bentuk aktivitasnya karena tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945, kedua bertekad menciptakan dan menjaga suasana aman dan nyaman dari segala bentuk gangguan di Kab. Luwu Timur. ‎ 

Selanjutnya, membangun kesadaran warga masyarakat dari segala bentuk provokasi yang dapat merusak kerukunan serta memecah belah umat beragama demi terwujudnya persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI dan terakhir, melaporkan kepada instansi terkait yanng berwenang bila melihat, menemukan, adanya kegiatan terkait paham radikal ISIS di wilayah Kab Luwu Timur yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. ‎ 

Bupati Luwu Timur, H Andi Hatta Marakarma dalam sambutannya mengatakan MoU yang telah di sepakati tidak akan berjalan efektif jika semua pihak tidak membangun hubungan emosional untuk memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kebersamaan dalam wilayah Kabupaten Luwu Timur. ‎ "saat ini kondisi Luwu Timur cukup kondusif, namun kita semua tidak boleh terlena. Justru kita harus meningkatkan antisipasi gangguan kamtibmas terhadap berbagai potensi konflik. Termasuk menghadapi Pilkada serentak" jelas Hatta. ‎ 

Hatta juga mengatakan konflik akan mudah diredam jika semua komponen masyarakat terlibat aktif melakukan tindakan deteksi dini. 

"jika semua pihak terlibat mulai dari Kepala Desa, Camat, Danramil, Babinkamtibmas, Polisi, TNI, tokoh Agama dan tokoh masyarakat bersatu padu, konflik akan mudah di atasi" jelasnya. ‎ 

Makanya kata Hatta, sebagai bagian dari seluruh komponen masyarakat harus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar agar kondisi Kamtibmas diwilayah Luwu Timur tetap terjaga. ‎ Kepala Kantor Kesbangpol, Hasanuddin Bengngareng menjelaskan selain membahas penanganan dan pencegahan penyebaran paham ISIS, rapat koordinasi ini juga akan membahas konflik Tolikara serta persiapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada). 

‎“Dandim dan Kapolres bertindak selaku nara sumber dalam rakor ini,” terang Hasanuddin. ‎ Sementara peserta kegiatan telah diundang berbagai elemen mulai dari Koramil, Kapolsek, Para Camat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. (hr/hms). ‎
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer