Home » » Kantor Rujab Bupati Barru di Geledah Penyidik Bareskrim Polri

Kantor Rujab Bupati Barru di Geledah Penyidik Bareskrim Polri

Written By Redaksi kabarsulawesi on Selasa, 28 Juli 2015 | 5:30 PM

Kabarsulawesi.com – Barru : Penyidik Kepolisian Bareskrim Polri, dipimpin Kanit V Tipikor Bareskrim Polri, AKBP Syamsu Bahir, Selasa 28 Juli 2015, melakukan penggeledahan di kantor Bupati Barru. Penggeledahan ini berkaitan dengan status tersangka Andi Idris Syukur (Ais) dalam kasus gratifikasi, pemerasan, dan pencucian uang. Penggeledahan yang berlangsung hampir lima jam ini, dikawal ketat oleh aparat keamanan bersenjata lengkap. kedatangan polisi di kantor Bupati Barru sejak pukul 14.30 Wita dengan mengendarai 3 unit mobil pribadi serta 1 unit ‎mobil gegana. 

Penyidik terpaksa melakukan pembongkaran paksa pintu ruang kerja AIS, lantaran pegawai yang dimintai mengambil kunci ruang kerja AIS sudah sejam ditunggu, namun tidak kunjung datang untuk membawa kunci ruang kerja Bupati. 

Terpaksa Penyidik memanggil tukang kunci untuk membongkar paksa ruangan Bupati Baru Andi Idris Syukur, sementara sejumlah aparat kepolisian bersenjata lengkap berjaga-jaga di depan kantor‎ dan ruangan Bupati AIS yang sebelumnya datang ke kantor Bupati Barru sejak pukul 14.30 Wita dengan mengendarai 3 unit mobil pribadi serta 1 unit ‎mobil gegana. 

Kanit V Tipikor Bareskrim Polri AKBP Syamsu Bahir usai melakukan penggeledahan kepada wartawan mengatakan, ada sekitar sekitar 19 item dokumen penting yang di amankan dari kantor Bupati Barru, termasuk berkas tertulis proses surat menyurat. 

 “Kami telah mengamankan barang bukti berupa dokukem-dokumen penting. Termasuk proses surat menyurat dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang diduga dilakukan Bupati Barru. Sekitar 19 item dokumen penting yang kami amankan dari kantor ini. ‎Termasuk berkas tertulis proses surat menyurat,” ungkap AKBP Syamsu Bahir. Namun menurut AKBP Syamsu Bahir, penggeledahan ini masih dalam tahap pengembangan kasus Garongkong. 

“Yah, masih dalam proses pengembangan. Ini untuk kasus pelabuhan Garongkong itu,” kata AKBP Syamsu Bahir. Dokumen – dokumen yang berhasil diamankan Penyidik berasal dari hasil penggeledahan yang dilakukan di ruangan Dinas pengelolaan keuangan daerah dan ruang Bupati Barru. Setelah dilakukan pemeriksaan di kantor Bupati, tim penyidik Bareskrim kemudian melanjutkan penggeledahan di Rumah Jabatan Bupati Barru. 

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan Bupati Barru, Sulawesi Selatan Andi Idris Syukur sebagai tersangka dugaan pemerasan dan pencucian uang. 

Direktur Tipideksus Polri Brigjen Polisi Victor Simanjuntak mengatakan, kasus dugaan korupsi yang menjerat AIS berawal dari adanya laporan masyarakat beberapa bulan lalu. Dia dilaporkan menerima gratifikasi berupa mobil mewah terkait dugaan pemerasan uang setoran di Pelabuhan Garongkong, Sulsel. 

AIS dijerat pasal 12 huruf e Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan pasal 1 dan 2 UU nomor 23 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Bareskrim juga telah Polri menyita mobil Pajero yang disita bernomor polisi DD 1727 di rumah Andi Idris di Jalan Hertasning, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan. (soel)
Share this article :
 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer