Home » » 40 Bidan Ikuti Diklat Teknis AKDR

40 Bidan Ikuti Diklat Teknis AKDR

Written By Redaksi kabarsulawesi on Minggu, 30 Agustus 2015 | 8:41 PM

Kabarsulawesi.com - Luwu Timur :  Sebanyak 40 bidan mengikuti Diklat teknis pemasangan dan pencabutan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Implan. Diklat teknis ini merupakan kerjasama Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Luwu Timur dengan Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS) Provinsi Sulawesi Selatan di Aula Verbeck Guest House, Malili. 

 Diklat ini berlangsung selama enam hari yang dibagi menjadi dua angkatan, untuk angkatan pertama mulai dari tanggal 29 s.d 31 Agustus 2015 sementara untuk angkatan kedua dimulai dari tanggal 05 s.d 07 September 2015. Pembukaan diklat ini oleh Plh. Bupati Luwu Timur, Bahri Suli didampingi Anggota DPRD, Tugiat. Kepala BKPPD, Noviya Syahriani Syam mengatakan, Diklat pemasangan dan pencabutan AKDR/implan ini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bidan baik pemasangan maupun pencabutan AKDR/Implan sesuai dengan prosedur standar, dan mampu memberikan penanganan lanjutan pasca pemasangan maupun pencabutan AKDR/Implan serta memiliki keterampilan yang diperlukan untuk membuat pelayanan AKDR dan Implan berkualitas,” kata Noviya. 

Selain itu, Diklat ini menghadirkan Fasilitator, dr. Retno Budiati Farid, SpOG, Dr.dr. Fatmawati Madya, SpOG dan Bidan Hj. Suhartini Samadi, SKM dari Pusat Pelatihan Klinik Sekunder RSB Adika Makassar. Diklat ini diikuti oleh PNS Tenaga Kesehatan (Bidan) lingkup Dinas Kesehatan yaitu dari Puskesmas, Pustu dan Poskesdes,"tutupnya.

 Sementara itu, Plh.Bupati Luwu Timur, Bahri Suli mengatakan Dalam konteks pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), program kependudukan dan KB menghadapi berbagai masalah yang harus diselesaikan, seperti angka kematian ibu melahirkan masih tinggi, yaitu sebesar 228/100 ribu kelahiran hidup. Makanya, Investasi dalam bidang KB sangat penting dan merupakan faktor yang dominan dalam menangani masalah kependudukan yang muncul akibat laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. 

Karena itu. pemantapan program KB di Kabupaten Luwu Timur mesti dilakukan terutama ‎penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang. Lanjut,Bahri Suli, Keberhasilan program KB memerlukan dukungan dan kerjasama antara semua pihak terkait, utamanya Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Dinas Kesehatan dan jajarannya, kader PPKBD dan SUB PPKBD, para ulama dan tokoh masyarakat. 

"Mari kita jalin hubungan kerjasama yang baik dengan semua mitra kerja kita, guna mendukung keberhasilan program peningkatan kesertaan PUS melalui Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (IUD, Implant, MOP dan MOW)." tambahnya. 

Diakhir sambutannya Bahri mengajak para Bidan agar mengikuti materi diklat ini dengan baik agar dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam mendorong keberhasilan Program KB di lapangan,tutupnya. (is/hms).
Share this article :

Posting Komentar

 
Redaksi : Pedoman Ciber | Testimoni | Kirim Berita
Copyright © 2011. Kabarsulawesi.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Kabar Sulawesi Disclaimer